• KANAL BERITA

Jafri Terus Pantau Kondisi Pemain PSIS

DIHADANG REKAN: Penyerang PSIS Semarang, Bayu Nugroho (kanan) diadang Rio Saputro dalam latihan di Stadion Gemilang Kabupaten Magelang. (suaramerdeka.com / dok)
DIHADANG REKAN: Penyerang PSIS Semarang, Bayu Nugroho (kanan) diadang Rio Saputro dalam latihan di Stadion Gemilang Kabupaten Magelang. (suaramerdeka.com / dok)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra terus memantau kondisi beberapa pemainnya yang cedera dan tidak dalam kondisi fit di latihan yang digelar di Stadion Gemilang Kabupaten Magelang, Kamis (14/3) pagi.

Pelatih berusia 53 tahun ini berharap kondisi Komarodin, Tegar Infantrie, Joko Ribowo, Fauzan Fajri, dan M Yunus segera bisa pulih sebelum laga melawan PSM Makassar. Sebab pertandingan pamungkas Grup C Piala Presiden yang akan digelar di Stadion dr H Moch Soebroto Kota Magelang itu sangat penting bagi PSIS untuk bisa lolos ke fase berikutnya.

''Kondisi pemain yang cedera, demam, dehidrasi, dan ada yang sakit kepalanya sudah cukup baik saat ini. Mereka sudah bergabung di latihan. Tinggal tunggu Jumat (15/3) pagi dan Sabtu (16/3) pagi saya pantau terus kondisinya, sebelum menentukan siapa yang turun lawan PSM,'' kata Jafri.

Seperti diketahui Fauzan Fajri dan Joko Ribowo dalam kondisi kurang sehat beberapa hari terakhir karena dehidrasi dan demam. Adapun Komar, Fantrie, dan Yunus mengalami cedera yang berbeda-beda. ''Dengan kesembuhan pemain-pemain ini nantinya saya bisa banyak pilihan untuk diturunkan melawan PSM. Semoga kondisi pemakn ke depan sesuai harapan saya,'' lanjut Jafri.

Baginya, laga melawan Wiljan Pluim dan kolega adalah partai hidup mati. Sebab kemenangan diperlukan untuk menjaga peluang lolos ke perempat final. ''Pertandingan terakhir di Grup C, tetap kami ingin memenangkan laga. Sekalipun besar tidaknya pelianh lolos, menang tetap harga mati. Kami berpikir positif meski lawan baru saja menang beasr di AFC Cup,'' ungkap Jafri.

Pelatih berusia 54 tahun ini juga menyaksikan laga PSM melawan Lao Toyota di penyisihan grup AFC Cup itu lewat televisi kemarin. Dia sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan lawannya. ''Dalam sepak bola hal apa saja bisa terjadi. Setelah selesai main lawan Kalteng Putra kemarin, kami sudah bepikir positif dengan pemain. Kami juga satu pemikiran yakni berusaha memenangkan laga melawan PSM,'' tandas Jafri.

Dia berharap pencinta PSIS juga melihat proses yang dijalani para pemain. Tidak hanya hasil akhir saja. Sebab Piala Presiden 2019 digunakannya untuk persiapan di Liga 1. "Sepak bola butuh proses. Jangan lihat hasil akhir saja. Kami serius pengin lolos dari penyisihan grup ini,'' lanjut mantan pelatih Persipura Jayapura itu.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)