• KANAL BERITA

PSS Sleman Dukung Gelaran KLB PSSI

Rumadi (suaramerdeka.com / Gading Persada)
Rumadi (suaramerdeka.com / Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Tim juara Liga 2 musim 2018, PSS Sleman, mendukung digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Bahkan, tim yang akan bermain pada kompetisi Liga 1 musim ini juga ingin KLB digelar usai Pemilu 2019, April nanti.

Rumadi, Direktur Komersial PT Putra Sleman Sembada, perusahaan pengelola PSS, menganggap bahwa KLB sudah saatnya digelar. Sejumlah persoalan yang membelit induk organisasi cabang olahraga sepak bola tertinggi di Tanah Air itu dalam beberapa waktu terakhir menjadi alasan kuat KLB digelar. Namun, dia berpendapat mengenai waktu penyelengaraan KLB juga harus disesuaikan dengan agenda krusial lainnya di negara ini.

“KLB yang harus digelar, hanya waktunya harus disesuaikan. Maksudnya harus juga menghargai agenda politik dahulu (Pemilu 2019). Itu kan cakupannya lebih luas,” papar Rumadi.

Jika memang akhirnya disepakati bahwa KLB digelar pasca Pemilu, maka Rumadi menyarankan pada anggota komite eksekutif (Exco) PSSI juga sudah harus menyiapkan perangkat yang diperlukan untuk KLB sejak saat ini. Dia menilai, butuh waktu sekitar tiga bulan untuk proses persiapan ini, agar pelaksanaannya bisa sesuai dengan regulasi.

“Exco sudah menghendaki KLB, jadi memang harus disiapkan dari sekarang, kan tiga bulan sebelumnya, nah itu disiapkan sekarang, otomatis sesudah Pilpres baru bisa digelar,” ungkapnya.

Penyiapan sejak saat ini, kata Rumadi dilakukan agar penyelenggaraan KLB tidak menyalahi statuta PSSI itu sendiri. “Kalau digelar mendadak kan menyalahi aturan, jadi harus ikuti regulasi. Kemudian, itu harus dibentuk dulu panitia pemilihan, banding dan sebagainya. Nah, mulai sekarang, Exco sudah harus siapkan, mudah-mudahan lah ya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui PSSI memutuskan menggelar KLB, setelah Plt Ketua Umum Joko Driyono, ditetapkan menjadi tersangka. Anggota Exco PSSI, Gusti Randa memperkirakan, kongres ini baru bisa dilangsungkan setelah berakhirnya Pilpres 2019, April mendatang.

“Kemungkinan setelah Pemilu, karena tinggal 53 hari, kurang lebih. Jadi, (KLB) setelah Pemilu. Paling cepat seminggu setelah Pilpres, mungkin saja. Tapi, tanggal berapanya kami belum tahu, itu urusan kesekjenan,” tandas pria yang juga seorang advokat tersebut.


(Gading Persada /CN26/SM Network)