• KANAL BERITA

Chelsea Kalah Telak, Sarri Tak Bisa Menjelaskan

Foto: Getty Images
Foto: Getty Images

MANCHESTER, suaramedeka.com - Usai anak asuhnya hancur lebur di tangan Manchester City, manajer Chelsea Maurizio Sarri tak bisa menjelaskan kekalahan telak timnya. Maklum, Sarri sebelumnya punya feeling bagus sebelum akhirnya kalah dengan sangat buruk.

"Saat ini saya tidak mampu menjelaskannya. Saat ini saya tidak tahu, mungkin kemasukan gol setelah tiga menit menghadapi lawan selevel ini membuat kami sulit untuk terus bermain, tidak seharusnya memberi mereka ruang, jadi kami kesulitan," ucap Maurizio Sarri usai pertandingan.

Chelsea awalnya, dianggap punya peluang untuk menghambat Manchester City dalam laga di Etihad Stadium, Minggu (10/2) malam WIB. Namun, Chelsea malah dihajar enam gol tanpa balas setelah Sergio Aguero mencetak hat-trick keduanya di 2019, sementara tiga gol lain datang dari Raheem Sterling (dua gol) dan Ilkay Gundogan.

"Saat ini saya tidak bisa memahami, karena sepanjang pekan ini feeling saya sangat bagus. Pada saat ini kami punya masalah besar di laga away. Saya tidak tahu kenapa," lanjut Sarri merujuk pada tiga kekalahan dalam enam laga tandang terakhir Chelsea.

Kekalahan dari City pada pekan ke-26 membuat Chelsea gagal masuk lagi ke empat besar. Kondisi yang makin menekan Sarri setelah tak sampai dua pekan lalu mereka dihajar Bournemouth 0-4. Selain itu, posisi Sarri juga makin dispekulasikan karena Chelsea sudah menelan beberapa hasil buruk seperti kekalahan 0-2 atas Arsenal pada akhir Januari lalu.

"Saya pikir itu benar (saya sedang diawasi oleh manajemen klub). Saya yang bertanggung jawab atas tim, jadi itu benar. Saya tidak tahu (soal masa depan), Anda harus bertanya ke klub. Saya khawatir dengan tim saya, performa mereka, tapi soal pekerjaan memang selalu berisiko. Jadi saya tidak khawatir soal pekerjaan. Anda harus bertanya pada klub," lanjutnya.

Atas beberapa hasil buruk di 2019, Sarri, oleh beberapa rumah taruhan di Eropa, ditempatkan di posisi teratas sebagai manajer yang bakal segera dipecat. Salah satu kandidat penggantinya adalah Gianfranco Zola yang kini menjabat assisten manajer.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)