• KANAL BERITA

Sepak Bola CP Tiga Kali Latihan Bersama

Pelatihan Jangka Panjang NPC Jateng

SEPAK BOLA CP: Dua pemain sepak bola CP berlatih di lapangan Kadipolo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
SEPAK BOLA CP: Dua pemain sepak bola CP berlatih di lapangan Kadipolo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Tim sepak bola CP (cerebral palsy/gangguan fungsi otak) dirancang menjalani latihan bersama dalam rangka pelatihan jangka panjang (PJP) National Paralympic Committee (NPC) Jateng. Delapan pemain yang telah masuk daftar dikumpulkan untuk mengasah performa bersama, tiga kali dalam satu bulan.

‘’Latihan awal berupa tes fisik sudah dilakukan Selasa (5/2) lalu. Akhir pekan ini atau pekan depan, berkumpul lagi. Latihan bersama tiga kali dalam sebulan, mengingat sifat PJP masih desentralisasi,’’ kata asisten pelatih tim sepak bola CP NPC Jateng, Anshar Ahmad, Minggu (10/2).

Mengenai lapangan untuk latihan bersama juga tidak ditetapkan. Kemungkinan pada waktu-waktu berikutnya, pihaknya akan mengumpulkan para pemain di lapangan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa ( BBRSBD ) Prof Dr Soeharso Surakarta di kawasan Kandangsapi, Jebres. Bisa jadi meminjam lapangan kampung untuk meningkatkan kemampuan teknik dan kerja sama tim tersebut.

Di luar latihan bersama, para pemain diberikan program untuk berlatih secara mandiri di daerahnya masing-masing. ‘’Para atlet itu berasal dari berbagai daerah seperti Solo, Salatiga, Magelang, Sragen, Wonogiri dan Karanganyar. Karena masih desentralisasi, maka latihan bersama juga dalam waktu berkala namun belum rutin setiap hari,’’ ujar Anshar.

Lima dari delapan pemain sepak bola CP tersebut, lanjut mantan pemain Arseto Solo itu, merupakan awak lama yang pernah membela tim Jateng pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 di Jabar. Mereka adalah Adi Joko Saputro, Ahmad Yuliarsi, Amin Rosyid, Ammar Hudzaifah dan Dany Priyo Sejati.

Tiga pemain lainnya adalah atlet baru yaitu Muhammad Fazli Yusriadi, Sutiyatno dan Timin. Nama terakhir merupakan atlet yang sebelumnya bergulat di kancah atletik. Rencananya, seluruh atlet itu akan menjalani proses evaluasi mengenai perkembangan kemampuannya.

‘’Tiga bulan sekali kami akan evaluasi. Kalau ada yang kemampuannya tidak berkembang, bahkan menurun, bisa saja nanti diganti melalui sistem promosi-degradasi. Jadi para atlet itu juga harus berlatih keras untuk mengangkat performanya,’’ tambah Anshar.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)

Loading...
Komentar