• KANAL BERITA

Dua Kelompok Suporter PSS Beda Sikap soal Aktivitas Transfer Pemain

KOREO: Simbol angka 76 dalam bentuk koreo diperlihatkan para penonton di tribun timur Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
KOREO: Simbol angka 76 dalam bentuk koreo diperlihatkan para penonton di tribun timur Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Dua kelompok suporter PSS Sleman, Slemania dan Brigatta Curva Sud (BCS) beda sikap terkait aktivitas transfer pemain di tim kesayangannya. Berstatus sebagai juara Liga 2 musim 2018 dan promosi ke Liga 1, PSS masih terkesan adem ayem dalam perburuan pemain. "Iya ini masih adem ayem. Kurang greget," kata salah satu anggota presideum Slemania, Asep Handi Kurniawan, Kamis (17/1).

Slemania, sebut dia, merasa miris dengan tidak gregetnya manajemen dalam berburu pemain. Padahal dengan tingkat persaingan di kompetisi Liga 1 yang dipastikan makin ketat dan berat, amunisi tim harus diisi dengan pemain-pemain berpengalaman. "Secepatnya bergerak cari pemain yang kualitas bagus. Sepertinya (manajemen) ora wani boros karena sudah terlanjur masuk Liga 1," ungkapnya.

Lantas apa yang diinginkan Slemania? Asep menyebut PSS seyogyanya harus bisa belajar dari tim PSMS Medan yang akhirnya hanya bertahan satu musim di Liga 1 untuk kemudian turun kembali ke Liga 2.  "Secepatnya bergerak cari pemain yang kualitas bagus. Jangan sampai cuman numpang lewat," jelas dia.

Sedikit berbeda disampaikan kelompok suporter PSS lainnya, BCS. Jaguar Tominangi, salah satu koordinator BCS menyebut manajemen PSS sudah lumayan untuk memulai pergerakan dalam perburuan pemain baru.

"Meskipun juga mungkin ada beberapa pemain yang direkomendasikan tapi tidak bisa dipertahankan dan berharap bisa mendatangkan pemain yang mampu menggantikan atau bahkan lebih peran nantinya dari pemain yang hengkang tersebut," sambung pria yang akrab disapa Jenggo itu.

BCS pun, lanjut Jenggo, berharap dengan komposisi pemain yang ada nantinya bisa membuat PSS tetap bertahan di Liga 1. Sampai saat ini, Super Elang Jawa baru meresmikan satu rekrutan pemain anyar mereka. Yakni mantan striker Kalteng Putra, K.H Yudo yang musim lalu menjadi andalan tim promosi tersebut dengan 14 golnya.

Di luar itu ada tiga eks pemain PS Mojokerto Putra yakni Haris Tuharea, Dery Rachman, dan Ricky Kambuaya yang sudah bergabung berlatih dengan PSS sejak beberapa hari terakhir. Sayang, status ketiganya belum pasti dikontrak meski nama mereka direkomendasikan tim pelatih. "Untuk tiga pemain dari Mojokerto Putra kami lihat kemampuannya dahulu seperti apa. Paling tidak sampai laga Celeberation Game akhir pekan ini," tandas pelatih PSS Seto Nurdiyantoro.


(Gading Persada /CN26/SM Network)