• KANAL BERITA

Askot PSSI Solo Bakal Gelar Kursus Kepelatihan

Lisensi D Nasional Kurikulum Filanesia

BERI PENJELASAN: Panitia pelaksana kursus kepelatihan lisensi D nasional dari Askot PSSI Solo memberikan penjelasan kepada wartawan, Kamis (17/1). (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
BERI PENJELASAN: Panitia pelaksana kursus kepelatihan lisensi D nasional dari Askot PSSI Solo memberikan penjelasan kepada wartawan, Kamis (17/1). (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com. Asosiasi PSSI Kota Solo (Askot PSSI Solo) bakal menyelenggarakan kursus kepelatihan untuk lisensi D nasional, 16-22 Februari mendatang. Kursus tersebut bukan seperti yang selama ini dilakukan, namun menggunakan kurikulum sesuai pembinaan sepak bola nasional.

‘’Jadi kursus lisensi D nanti memakai kurikulum baru Filosofi Sepak Bola Indonesia atau Filanesia. Lisensi tersebut diterapkan bagi seluruh pelatih yang kini mengawali kiprah kepelatihannya,’’ kata ketua panitia pelaksana, L Agus Saparno, Kamis (17/1).

Pria yang juga pengurus bidang pembinaan usia dini Askot Solo itu menambahkan, pelaksanaan kursus akan diselenggarakan dalam kelas dan lapangan. Para peserta mengikuti kurikulum kelas di sebuah hotel sekaligus sebagai tempat menginapnya. Sementara untuk praktik lapangan akan menggunakan Stadion Sriwedari dan lapangan Kotabarat, serta melibatkan anak-anak SSB.

‘’Instrukturnya telah ditunjuk PSSI, yakni pelatih gaek Yudi Suryata. Nanti akan dibantu asisten,’’ tambah penasihat Askot PSSI Hong Widodo didampingi komisi kepelatihan Bambang Nugroho.

Agus menambahkan, saat ini sekitar 20 orang sudah memastikan diri akan mengikuti kursus tersebut. Pendaftaran bakal ditutup pada 20 Januari nanti, sementara kuota yang ditetapkan PSSI bagi peserta maksimal 30 orang. Meski awalnya lebih ditujukan pada para pelatih pemula di Solo dan sekitarnya, namun ternyata sejumlah peserta dari berbagai daerah lain seperti Riau dan Nusa Tenggara Timur (NTT) turut mendaftarkan diri.

‘’Pemegang lisensi D kurikulum Filanesia itu nanti dibutuhkan untuk melatih sekolah sepak bola (SSB) dan tim yunior. Di lingkup Askot Solo, tercatat ada sekitar 50 pelatih, namun yang memiliki lisensi hanya sekitar separuhnya,’’ tutur komisi pelatih Askot PSSI Solo, Bambang Nugroho.

Dia mengungkapkan, pada turnamen nasional U14 dan U16 Piala Menpora 2018 di Bali, ketentuan itu telah diterapkan. ‘’Sifatnya wajib. Jadi, waktu itu tim-tim yang pelatihnya tidak berlisensi, akhirnya bertanding tanpa dampingan pelatih,’’ katany


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)