• KANAL BERITA

Penuhi Panggilan Komdis, Eks Manajer Yakin PSS Tak Bakal Disanksi

Foto: PSS Sleman
Foto: PSS Sleman

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sismantoro, manajer PSS Sleman yang sukses membawa tim itu promosi ke Liga 1 sekaligus juara Liga 2 musim 2018 memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Pria yang saat ini sudah tidak menjadi manajer Super Elang Jawa yakin kalau PSS tak bakal dijatuhi sanksi seiring adanya dugaan  match fixing  saat melawan Madura FC pada kompetisi Liga 2 musim lalu. “Kemarin (10/1) saya dipanggil Komdis PSSI di Jakarta. Saya datang dan menyampaikan semuanya,” imbuh Sismantoro, Jumat (11/1).

Pada pertemuan tersebut, Lurah Candibinangun Pakem Sleman itu mengaku dimintai keterangan langsung oleh Komdis PSSI yang dipimpin ketuanya Asep Edwin. “Kaitannya masalah pengaturan skor, sudah kami jelaskan. Termasuk soal pertandingan melawan Madura FC. Yang pasti, kami jelaskan apa adanya, tidak ada yang kami tutup-tutupi,” papar dia.

Dugaan  match fixing  dibeberkan pertama kali oleh manajer Madura FC, Januar Herwanto. Januar mengaku diimingi Rp 100 sampai 150 juta dari anggota Exco PSSI kala itu, Hidayat, agar Madura FC mengalah dari tuan rumah PSS di babak penyisihan grup wilayah Timur pada laga di Sleman. Pada babak 8 besar, kontroversi kembali berlanjut kala tuan rumah PSS unggul tipis 1-0 lawan Madura FC.

Sejumlah insiden dilaga tersebut dianggap janggal mulai adanya pergantian wasit di tengah pertandingan, dan puncaknya gol bunuh diri Chairul Rifan yang salah mengantisipasi crossing pemain PSS, Ilham Irhaz yang dinilai sudah berdiri off side. Buntut kontroversi di laga tersebut, Komite Wasit PSSI menonaktifkan empat wasit di laga tersebut.

”Kaitannya dengan penyisihan dan (babak) delapan besar, ya kami memang tidak pernah komunikasi dengan Hidayat itu, tidak pernah. Saya sampaikan, itu kan bisa dilacak lewat Forensik IT. Kami tidak terlibat," tegasnya.

Sismantoro menyebut, Komdis PSSI juga menyinggung peran Danilo Fernando di PSS musim lalu. Danilo diketahui menantu Vigit Waluyo, yang namanya sering disebut-sebut sebagai dalang  match fixing . Namun Sismantoro menjelaskan bahwa Danilo memiliki peran sebagai pemantau bakat yang diproyeksikan untuk tim U-17 dan U-19. Dia pun menegaskan keberadaan Danilo di PSS sama sekali tak terkait dengan dugaan pengaturan skor.

“Semua sudah tahu Danilo mengajukan lamaran ke Sleman, kaitannnya pencarian bakat. Jadi, kemarin dari PSS yang datang saya sendiri, yang diundang kan saya, karena manajer musim lalu. Saya sampaikan tugas-tugas manajer saya apa, tidak ada yang ditutup-tutupi. Insyaallah, tidak ada masalah untuk PSS. Aman,” tandas Sismantoro.


(Gading Persada /CN26/SM Network)