• KANAL BERITA

Sepak Bola-Futsal Tetap Dipertandingkan di Porda DIY, Askot PSSI Jogja Lega

AUDIENSI: Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto (duduk tengah) menerima audiensi Askot/Askab PSSI se-DIY. (suaramerdeka.com / dok)
AUDIENSI: Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto (duduk tengah) menerima audiensi Askot/Askab PSSI se-DIY. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Jogja lega setelah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjamin sepak bola dan futsal menjadi dua cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2019, Oktober mendatang.

"Kami lega setelah ada kepastian dua cabor itu tetap dipertandingkan di Porda," tegas Ketua Umum (Ketum) Askot PSSI Kota Jogja H.M. Irham di Kantor Askot kawasan Stadion Mandala Krida Kota Jogja, Senin (7/1).

Irham mengaku kepastian tersebut didapatnya usai menghadiri audiensi dengan KONI DIY pada Senin siang. Bertempat di Kantor KONI DIY, sejumlah pengurus askot dan askab PSSI se DIY diundang KONI terkait tidak dikirimkannya nomor-nomor yang akan dipertandingkan pada sepak bola dan futsal ke Panitia Porda 2019.

Selain Askot PSSI Jogja, hadir juga perwakilan Askab Sleman dan Gunungkidul serta sejumlah klub-klub internal selaku voter (pemilik suara). Dari KONI mereka diterima langsung Ketua Umum Djoko Pekik Irianto dan Ketua Panitia Porda 2019 Rumpis Agus Sudarko.

"Dalam pertemuan tadi muncul usulan dari KONI jika sampai hari ini (kemarin) tidak ada juknis untuk futsal dan sepak bola maka pada Porda 2019 nanti mengacu pada juknis Porda 2017. Dan akhirnya karena memang Asprov PSSI selaku pengda cabang olahraga tidak memasukan juknis maka disepakati futsal dan sepak bola menggunakan juknis Porda 2017. Seperti minimal harus diikuti tiga askab/askot," papar Irham.

Dalam audiensi itu, Irham juga menyampaikan keinginan dari askab/askot dan pemilik suara untuk menggelar KLB Asprov PSSI DIY. Pasalnya, terancamnya futsal dan sepak bola tidak dipertandingkan di Porda 2019 tidak terlepas dari vakumnya Asprov PSSI DIY. "Kami sampaikan juga soal desakan KLB PSSI DIY ke KONI. Dan mereka menawarkan diselesaikan lewat mediasi tapi kami tegaskan bahwa tidak ada mediasi," ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Panitia Porda DIY, Rumpis Agus Sudarko mengaku hingga saat ini hanya cabor sepak bola dan futsal yang belum memberikan kepastian terkait gambaran nomor yang akan ditandingkan. Ia pun mengaku akan segera menghubungi pihak terkait untuk segera memberi kepastian.

"Kami coba menghubungi pihak-pihak terkait yang selama ini berkecimpung di sepakbola DIY, juga tidak ada yang bisa memberikan kepastian. Mungkin karena dibekukan, jadi tidak ada yang berani bertanggung jawab terkait nomor ini," sambung Rumpis Agus Sudarko.


(Gading Persada /CN26/SM Network)