• KANAL BERITA

Askot PSSI Jogja Berharap Futsal dan Sepak Bola Digelar di Porda DIY

M Irham. (suaramerdeka.com / dok)
M Irham. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Futsal dan sepak bola menjadi dua cabang olahraga (cabor) yang terancam tidak dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019. Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jogja pun berharap kedua cabor itu tetap dipertandingkan.

"Kalau sampai sepak bola dan futsal tidak dipertandingkan di Porda 2019, tentunya itu sangat merugikan bagi sepak bola Kota Jogja pada khususnya dan sepak bola DIY pada umumnya," tutur Ketua Umum Askot PSSI Kota Jogja H.M Irham, Jumat (4/1).

Irham mengaku memiliki alasan kuat agar kedua cabor itu tetap masuk list cabor-cabor pada pesta olahraga multieven daerah se DIY itu. Menurut dia, di satu sisi cabor sepak bola dan futsal Kota Jogja sudah melakukan sejak jauh-jauh hari. Dia mencatat setidaknya kedua cabor itu sudah menggelar Puslakot sejak April 2018 lalu. "Sudah hampir satu tahun kami persiapan tentunya kami sangat kecewa jika kedua cabor tersebut sampai tidak dipertandingkan nantinya," imbuh dia.

Irham pun sangat berharap pada KONI DIY sebagai induk dari semua cabor yang ada di DIY bisa memberikan solusi dan kebijakan terkait kedua cabor tersebut pada Porda 2019 ini. "Karena itu sangat berpengaruh pada pembinan dan perkembangan sepakbola dan futsal di DIY," kata pria yang juga wasit sepak bola nasional itu.

Dia menambahkan, peluang agar futsal dan sepak bola tetap dipertandingkan di Porda 2019 juga tak terlepas dari peran Asprov PSSI DIY. Sayang, Asprov saat ini masih dibekukan kepengurusannya oleh PSSI. "Kepada Asprov DIY untuk segera menyelenggarakan KLB (kongres luar biasa) karena itu satu-satunya yang bisa menyelamatkan dua cabor tersebut (tetap di Porda), mumpung masih ada waktu," tambah dia.

Seperti diketahui, pembekuan Asprov PSSI DIY tersebut merupakan buntut dari konflik internal yang dialami hingga adanya mosi tidak percaya anggotanya. Hal ini pun secara tak langsung berefek dengan keikutsertaan dua cabor itu dalam Porda 2019.

Ketua Panitia Porda DIY, Rumpis Agus Sudarko mengaku hingga saat ini hanya cabor sepakbola dan futsal saja yang belum memberikan kepastian terkait gambaran nomor yang akan ditandingkan. Ia pun mengaku akan segera menghubungi pihak terkait untuk segera memberi kepastian.

"Kami coba menghubungi pihak-pihak terkait yang selama ini berkecimpung di sepakbola DIY, juga tidak ada yang bisa memberikan kepastian. Mungkin karena dibekukan, jadi tidak ada yang berani bertanggung jawab terkait nomor ini," sambung Rumpis Agus Sudarko.

Kendati demikian, KONI DIY selaku induk organisasi cabor se-DIY sekaligus pelaksana Porda, untuk sementara tetap memasukkan kedua cabor ini untuk ditandingkan di Porda mendatang. Namun, syarat utama untuk bisa ditandingkan secara resmi di Porda mendatang adalah keabsahan organisasinya terlebih dahulu.

"Sementara ini untuk nomornya, tetap kami masukkan, yakni sepakbola putra dan putri, serta futsal putra dan putri. Tapi kepastiannya, kami tunggu permasalahan organisasinya rampung dulu. Maksimal kami tunggu hingga bulan April mendatang," imbuh Rumpis.


(Gading Persada /CN26/SM Network)