• KANAL BERITA

Penangkapan Johar Lin Eng Jadi Pukulan Telak untuk Jawa Tengah

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kasus Mafia Bola yang diduga melibatkan Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Ling Eng diakui Ganjar Pranowo merupakan pukulan telak bagi Jawa Tengah. Meski begitu, hal tersebut harus diterima sebagai cambuk untuk evaluasi dan menata kembali olahraga di Provinsi ini. "Memang ini telak, tidak enak rasanya. Namun bagi saya ini akan bisa menjadi obat untuk menyehatkan olahraga di Indonesia," papar Gubernur Jateng itu.

Menurut Ganjar, sudah banyak anggaran yang dikeluarkan Pemprov Jateng untuk olahraga di Jawa Tengah ini. Mulai infrastruktur, pembinaan atlet dan lain sebagainya. "Terbukti kemarin saat Asian Games, banyak atlet asal Jateng yang berjaya. Mereka ini butuh diperhatikan, potensi mereka harus terus didorong dan jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Tangan-tangan kotor seperti ini harus segera disingkirkan," kataya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, adanya praktik kotor seperti Mafia Bola membuat olahraga menjadi tidak fair. Padahal tidak menutup kemungkinan, masih banyak anak-anak muda yang memiliki potensi dan skill bagus di bidang olahraga di Indonesia ini. "Dan akibat adanya praktik kotor orang-orang yang tidak bertanggungjawab, maka potensi dan skill itu justru terdistorsi dan diabaikan," ucapnya.

Pihaknya mendukung upaya dari kepolisian untuk mengungkap jaringan Mafia Bola di Indonesia. Nantinya, setelah kasus ini dilimpahkan di pengadilan, maka hakim memiliki peran yang sangat penting untuk mengungkap semuanya sampai tuntas.

"Kita doakan saja, semoga hasil penyelidikan polisi bagus, di Kejaksaan bagus dan di pengadilan dapat terbongkar semuanya. Sehingga masyarakat bisa mengerti, bagaimana caranya orang-orang itu memainkan perannya dalam mempermainkan sepak bola," tambahnya.

Sekedar diketahui, Satgas Anti Mafia Bola melakukan penangkapan kepada Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Ling Eng pada Kamis (27/12) di Jakarta. Johar yang juga anggota komite eksekutif (exco) PSSI itu ditangkap karena diduga terlibat dalam pengaturan skor pertandingan sepak bola.

 

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)