• KANAL BERITA

Ketua Diperiksa, PSSI Jateng Tidak Terganggu

Sekretaris Asprov PSSI Jateng, Purwidyastanto. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
Sekretaris Asprov PSSI Jateng, Purwidyastanto. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penangkapan terhadap Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng oleh Satgas Antimafia Bola di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur pada Kamis (27/12) kemarin, tidak mempengaruhi jalannya roda organisasi pembinaan sepak bola di provinsi ini.

Sekretaris Asprov PSSI Jateng, Purwidyastanto mengatakan pihaknya tetap bisa menjalankan fungsi organisasi dalam kinerja yang telah tersusun dan terprogram secara baik. Sebab masalah ini dinilai menimpa personal dalam struktur jabatan PSSI Jateng. ''Meski benar personal tersebut adalah pejabat dalam struktural Asprov, tapi kami menilai bahwa masalah ini di luar kontekstual organisasi. Jadi tidak lebih dari persoalan pribadi yang ada padanya,'' kata pria yang akrab disapa Anto itu.

Dia juga mengajak 38 klub,35 asosiasi kabupaten/ kota, dan Asosiasi Futsal Provinsi Jateng yang menjadi anggota PSSI Jateng serta stakeholder pegiat sepakbola di Jateng untuk memandang peristiwa ini bukan merupakan kebijakan organisasi dan prinsip organisasi. Anto menyebut peristiwa-peristiwa pribadi dapat menimpa siapun.

''Selain itu, secara organisasi kami meyakini perlu adanya proses pembuktian kebenaran terlebih dulu dalam kasus yang menimpa ketua kami ini. Yakni melalui fakta-fakta dalam pemeriksaan yang bersangkutan,'' jelasnya

Anto juga sudah mendapat kabar Johar Lin Eng telah didampingi kuasa hukumnya dalam kasus tersebut. Dia juga masih melihat belum ada status tersangka yang disematkan kepada Ketua PSSI Jateng dua periode itu. ''Yang jelas info yang saya dapatkan, Pak Ketua secara personal sudah didampingi kuasa hukum. Sejauh ini (kemarin-Red) sedang proses pemeriksaan belum ada sebuah status yang disematkan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan seperti apa,'' lanjutnya.

Selama 2018 ini, Anto juga memaparkan program kerja PSSI Jateng sudah dilakukan secara ketat pada 2018. Pihaknya juga sudah memberikan pembekalan dan workshop kepada perangkat pertandingan sebagai proteksi internal dari pihak-pihak luar.

''Soal pertandingan, itu tidak lepas dari perangkat dan pelaksana pertandingan. Di luar itu, secara internal kami memang sulit mendeteksi. Namun kami mencoba menguatkan internal kepada wasit dan pengawas pertandingan yang kami tugaskan. Jika ada peristiwa pelanggaran tentu kami hukum. Pelanggaran tidak hanya disiplin tapi juga teknis dan etika,'' beber Anto.

Dia menyebut, Komisi Disiplin PSSI Jateng juga banyak data terkait keputusan-keputusan perangkat yang dinilai salah dalam pelaksanaan kompetisi sepanjang 2018. Mulai dari Liga 3, Liga Soeratin U-17, Piala Soeratin U-15, dan Piala Soeratin U-13 Jateng. 

''Penyikapan kami tegas. Wasit tidak baik berhenti. Ada peristiwa pertandingan yang bermasalah tentu kami hukum. Kami lihat dulu apakah persoalan itu, kami harus memproteksi dari sisi dalam. Wasit-wasit jika terkontaminasi dari luar pasti di sudah menyalahi komitmen. Itu di luar integritas yang kami tegakkan,'' ungkap Anto.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)