• KANAL BERITA

PSS Harus Punya Dana Besar

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SLEMAN, suaramerdeka.com - Manajemen PSS Sleman pada kompetisi musim depan dipastikan harus bekerja ekstra keras untuk mencari dana yang besar agar tim berjuluk Super Elang Jawa itu bisa bertahan di kompetisi Liga 1. "Tidak mudah bagi PSS bila ingin bertahan di Liga 1. Hal paling jelas adalah kebutuhan dana yang dipastikan membengkak bisa minimal tiga sampai empat kali lipat," tutur mantan manajer operasional PSS Yohanes Gustan Ganda.

Gustan mengungkapkan, untuk operasional dana di Liga 2 saja, kebutuhan tim yang bermarkas di Maguwoharjo International Stadium (MIS) itu bisa jadi antara Rp 8-10 miliar. Namun setelah promosi dan tampil di Liga 1, kemudian bila dana klub hanya bertambah menjadi Rp 15 miliar, maka PSS akan sulit bersaing di kasta tertinggi. Hal ini cukup beralasan.

Sebab, Gustan menilai untuk mendapatkan satu pemain asing saja, nilai kontraknya dapat menembus Rp 1 miliar. Padahal kebutuhan pemain asing menjadi hal yang mutlak saat tim berkompetisi di kasta tertinggi.

"Angka Rp 15 miliar bagi tim Liga 2 tentu sangat besar. Tetapi bagi tim Liga 1, itu belum apa-apa. PSS jelas membutuhkan dana yang lebih besar. Sebab, tim ini  harus memiliki skuat yang sudah pasti lebih kuat untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat. Harga pemain tentu relatif lebih tinggi. Belum pemain asing yang harus didatangkan," paparnya.

Gustan memang bukan orang baru di sepak bola Sleman, khususnya PSS. Dia pernah terlibat aktif sebagai suporter Laskar Sembada sejak tahun 2000, Slemania. Dari keterlibatan di suporter, dia kemudian masuk jajaran manajemen pada 2012-2014.

"Saya pernah merasakan bagaimana klub mendapat suntikan APBD dan kemudian tidak lagi ada dukungan dari APBD. Saat klub harus sepenuhnya mandiri, kami pernah memiliki dana hanya Rp 3 miliar untuk mengikuti kompetisi. Ini tentu angka yang kecil," kenangnya.

Gustan pun menyambut gembira keberhasilan PSS promosi ke Liga 1 sekaligus meraih tropi juara Liga 2. Ini untuk kali pertama sejak 2007 PSS bisa kembali ke kasta tertinggi. Hanya,  sekali lagi dia berharap manajemen PSS sudah harus mempersiapkan diri untuk bersaing di Liga 1.

"Saya bangga karena PSS bisa berhasil promosi. Hal yang tidak pernah saya lakukan saat menjadi manajer operasional. Padahal, saat itu, kami juga sangat berharap bisa promosi. Tetapi saya juga ingin manajemen sudah mempersiapkan diri. Mungkin selama tiga musim sebelumnya PSS selalu gagal promosi karena manajemen merasa masih belum siap. Tetapi bila sudah promosi berarti mereka sudah siap. Saya dan tentu saja, suporter, tidak ingin PSS kembali terdegradasi," ujar Gustan.

Menurut dia bila tim berlaga di Liga 1, berarti harus ada konsekuensi seperti kenaikan harga tiket pertandingan. Pasalnya pemasukan dari tiket menjadi salah satu sumber keuangan klub yang sangat penting. Bahkan tidak menutup kemungkinan harga tiket VIP bisa mencapai Rp100 ribu. Sedangkan tribun utara dan selatan bisa berubah menjadi Rp 50 ribu. "Tak masalah harga tiket mengalami kenaikan. Tetapi juga harus melihat bagaimana pendapatan dari penduduk Sleman," tandas dia.


(Gading Persada /CN26/SM Network)