• KANAL BERITA

PS Gama Bertemu HW UMY

Final Liga 1 Kompetisi PSSI Jogja

TUNJUKKAN JERSEY: Perwakilan PS Gama dan HW UMY tengah menunjukkan masing-masing jersey untuk partai final Liga 1 kompetisi internal PSSI Kota Jogja. (suaramerdeka.com / dok)
TUNJUKKAN JERSEY: Perwakilan PS Gama dan HW UMY tengah menunjukkan masing-masing jersey untuk partai final Liga 1 kompetisi internal PSSI Kota Jogja. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com -  Kompetisi internal PSSI Kota Jogja, Liga 1, sudah memasuki fase terakhir. Pada partai final yang akan berlangsung di Stadion Kridosono, 9 Desember nanti, akan mempertemukan dua tim yang kerap menjadi musuh bebuyutan, PS Gama kontra HW UMY. “Ini pertandingan klasik, kami sering ketemu dan saling mengalahkan,” ungkap Pelatih PS Gama Lilik Winarno.

Lilik menganggap calon lawannya itu adalah tim yang bagus dan kuat. Terlebih tim tersebut juga punya karekteristik tersendiri yang tak dipunyai tim-tim lain, “Mereka punya karakteristik ketat. Tapi tenang saja, kami juga punya strategi yang sudah kami siapkan dan kami optimistis bakal jadi juara,” tegas dia.

Keyakinan membawa pulang tropi juara juga diusung tim HW UMY. Juru taktik tim, Satmoyo menganggap pemenangan dalam pertandingan final tersebut adalah tim yang bisa konsentrasi sepanjang pertandingan. “Kami kira kedua tim sama-sama kuat karena mereka yang lolos ke final tentunya tim terbaik karena sudah melalui beberapa tahapan. Tapi kami tetap yang terbaik dan akan membawa pulang trofi,” sambung Satmoyo.

Meski begitu, Satmoyo mengaku timnya dirugikan jelang pertandingan tersebut. Terlebih dua andalan mereka dimana salah satunya adalah mantan pemain PSIM Yogyakarta Jeni Gilang dan Tri Fandi harus absen lantaran terkena kartu merah. Dengan absennya dua pemain itu disebut Satmoyo sedikit berpengaruh terhadap keseimbangan permainan anak asuhnya.

“Sebenarnya kami berharap ada pemutihan, ternyata dari temu teknik diputuskan tidak ada (pemutihan). Tapi apa pun itu kami sudah siap dan kami anggap semua pemain HW punya kemampuan sama untuk berjuang memenangkan pertandingan,” paparnya.

Terpisah, Bidang Pertandingan Askot PSSI Kota Jogja Cholid Dalyanto membenarkan tidak adanya pemutihan kartu merah pada laga final nanti. “Tidak ada perpanjangan waktu, bila hasil seri sampai 90 menit langsung ditentukan dengan tendangan penalti. Ada pemutihan kartu tapi khusus kartu kuning. Namun hukuman pemain yang kena kartu merah tetap melekat,” tandas Cholid.


(Gading Persada /CN26/SM Network)