• KANAL BERITA

Laga Emosional M Rio Saputro di Jepara

Babak 64 Besar Piala Indonesia

TEMPEL KETAT: Duet bek PSIS, Haudi Abdillah (kanan) dan M Rio Saputro (kiri) mampu menempel ketat bomber Persib, Ezechiel N'Douassel dalam pertandingan pekan ke-31 Liga 1. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
TEMPEL KETAT: Duet bek PSIS, Haudi Abdillah (kanan) dan M Rio Saputro (kiri) mampu menempel ketat bomber Persib, Ezechiel N'Douassel dalam pertandingan pekan ke-31 Liga 1. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Laga sarat nuansa emosional akan dirasakan M Rio Saputro saat PSIS Semarang bertandang ke markas Persijap Jepara di babak 64 besar Piala Indonesia, Jumat (23/11) mendatang. Ini aakan menjadi pengalaman pertamanya kembali ke Kota Ukir dengan status sebagai penantang klub tuan rumah..

Bagaimana tidak, bek kelahiran Jepara 7 Desember 1995 ini sudah tiga tahun ini membela PSIS. Setelah sebelumnya pernah berbaju kebanggaan Laskar Kalinyamat yakni merah-merah di Piala Polda Jateng 2015 silam.

''Kembali bertanding di tanah kelahiran bagi saya menjadi kebanggaan sendiri. Meskipun kali ini saya datang dengan bendera PSIS bukan membela Persijap. Kebanggaan bagi saya menjadi salah satu putra daerah yang kini bisa membawa nama Jepara meski tidak lagi berwarna merah,'' kata Rio kemarin.

Bek yang juga jebolan tim Jawa Tengah di PON XIX Jabar ini juga mengaku siap dimainkan di laga bertajul El Classico Jateng tersebut. Apalagi dia sedang merasa dalam peforma terbaik setelah tampil brilian selama 90 menit menjaga gawang PSIS tetap perawan meski digempur Persib Bandung di pekan ke-31 Liga 1 akhir pekan kemarin. 

Pertandingan itu dimenangkan PSIS dengan skor 3-0 dari tamunya Maung Bandung. Rio berduet dengan Haudi Abdillah sejak babak pertama hingga penghujung laga. Sebelum akhirnya Haudi diganti Petar Planic di menit-menit akhir pertandingan di Stadion dr H Moch Soebroto itu.

''Tidak hanya melawan tim tanah kelahiran. Di Persijap saat ini juga ada rekan saya yang musim lalu bermain untuk PSIS. Yakni Dani Raharjanto dan Gatot Wahyudi. Khusus Dani, dia teman baik saya sampai saat ini dan sering berkomunikasi,'' lanjut Rio.

Meski ada keterikatan perkawanan, pemain bertinggi 180 sentimeter itu tetap akan bermain secara profesional di lapangan. Dani dan Gatot juga akan berhadapan langsung dengannya karena keduanya bertipikal menyerang di Persijap. ''Di luar boleh teman. Namun di dalam lapangan kami dituntut untuk unjuk gigi dan berjuang bagi tim masing-masing. Saya sangat antusias menunggu laga ini. Apalagi setelah kemarin diumumkan saya salah satu yang disiapkan melawan Persijap,'' ungkap Rio.

Selepas dari Jepara, dia juga siap jika diberi amanah menyusul tim utama ke Madura untuk bertanding melawan Madura United pada Senin (26/11). Meski jaraknya hanya tiga hari lepas dari Jepara, Rio tetap semangat menghadapi laga pekan ke-32 Liga 1 itu. ''Tiga hari memang cukup mepet untuk memulihkan kondisi. Namun, pelatih sudah mempersiapkan dari awal pekan ini untuk meningkatkan kondisi fisik agar siap melakukan laga maraton di Jepara dan Madura. Tidak ada terkecuali,'' tandas Rio.

PSIS saat ini mencoba membagi konsentrasi di dua laga usai melawan Persib. Beberapa pemain inti ditambah pemain pelapis dimainkan untuk laga melawan Jepara.  Namun juga ada pemain yang fokus di pertandingan melawan Madura United saja. Seperti Kapten PSIS sekaligus pencetak 11 gol musim ini di Liga 1, Hari Nur Yulianto.

''Saya tidak ikut ke Jepara untuk pekan ini. Kemungkinan langsung ke Madura bersama beberapa pemain. Semoga rekan-rekan yang bermain di Piala Indonesia bisa mendapat kemenangan dan langsung merapat ke Madura untuk menghadapi pekan ke-32 Liga 1 yang tak kalah penting ini,'' kata Hari Nur terpisah


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)