• KANAL BERITA

Fachri Husaini Anggap Indonesia Sulit Lolos

Piala AFF 2018

FOTO BARENG: Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 Fahcri Husaini melayani permintaan foto bareng usai acara diskusi sepak bola di kawasan Selokan Mataram, Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
FOTO BARENG: Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 Fahcri Husaini melayani permintaan foto bareng usai acara diskusi sepak bola di kawasan Selokan Mataram, Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Mantan juru taktik Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 Fachri Husaini menganggap Indonesia sulit lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018. Meski begitu dia meminta agar masyarakat sepak bola Tanah Air tak serta merta menyalahkan Bima Sakti selaku pelatih kepala Timnas Indonesia U-23 seandainya memang benar-benar gagal lolos. "Peluang sulit ya, karena (Indonesia) sudah dua kali kalah. Apalagi Timnas Philipina itu tim kuat juga," papar Fahcri akhir pekan lalu (18/11).

Ditemui usai menjadi pembicara pada acara diskusi sepak bola di kawasan Selokan Mataram, Sleman, Fachri menganggap meski peluang kecil namun sebagai warga Indonesia dan mantan pemain serta pelatih Timnas, pria yang juga tercatat sebagai karyawan swasta tetap mendukung keberadaan Bima Sakti di kursi panas pelatih Timnas Indonesia. "Tapi yang menjadi hal penting adalah bahwa semua ini harus menjadi pelajaran bagi PSSI untuk ke depannya juga," tegas dia.

Lebih lanjut Fahcri mengangku menaruh respek kepada Bima Sakti. Menurut dia, Bima sosok yang konsisten dan berani karena menerima tugas sangat berat ketika menyanggupi permintaan federasi untuk mengarsiteki Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Terlebih bayang-bayang Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia sebelumnya masih sangat lekat. 

"Saya kasihan sama Bima Sakti juga. Dia menerima tugas ini dan banyak yang membandingkannya dengan Luis Milla yang sebenarnya dari sisi prestasi tidak menghasilkan apa-apa karena banyak target yang lepas. Ini yang menambah beban berat Bima," papar dia.

Atas kondisi itu, Fachri pun meminta agar Bima segera lepas dari bayang-bayang Luis Milla. "Bima memang sebelumnya asisten Milla, tapi dia harus segera lepas dari bayang-bayang tersebut. Karena kalau tidak lepas nanti banyak yang menganggap bahwa jika tim ini sukses itu juga karena kesuksesan Milla pelatih sebelumnya, tapi kalau gagal karena ketidakmampuan Bima. Susah dia karena pasti dibanding-bandingkan," tandas Fahcri.


(Gading Persada /CN26/SM Network)