• KANAL BERITA

Hadapi PS Tira, PSIS Maksimalkan Freekick

Duel Strategi Pelatih Asal Padang

ALGOJO PSIS: Striker PSIS Semarang, Bruno Silva diandalkan sebagai algojo tim dalam situasi tendangan bebas. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
ALGOJO PSIS: Striker PSIS Semarang, Bruno Silva diandalkan sebagai algojo tim dalam situasi tendangan bebas. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

BANTUL, suaramerdeka.com - PSIS Semarang memaksimalkan dua hari latihan pekan ini untuk pemulihan kondisi pemain dan mengasah kans mencetak gol lewat  free kick . Upaya ini dilakukan jelang laga melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu (17/10) pukul 15.30 sore.

Tim pelatih PSIS Semarang mempersiapkan dua spesialis tendangan bebas dalam pertadingan pekan ke-26 Liga 1 tersebut. Yakni, duo penyerang Bruno Silva dan Bayu Nugroho. Keduanya juga kerap menjadi andalan di laga-laga sebelumnya. 

Bruno ditunjuk untuk tendangan yang langsung mengarah ke gawang. Sementara Bayu diberi amanat memberi umpan kepada rekannya untuk skema bola mati. Dua algojo ini memiliki andil empat dari sembilan gol yang dicetak Laskar Mahesa Jenar dalam lima laga yang diampu pelatih baru, Jafri Sastra.

''Sebetulnya ini bukan persiapan khusus. Kami hanya memaksimalkan waktu yang ada, meski juga tidak bisa semaksimal yang kami inginkan. Sebab dalam 12 hari kami bermain tiga kali dan hanya punya waktu efektif dua hari sebelum laga. Sebelum melawan PS Tira, hanya libur,  recovery  dan melatih serangan dalam skema  set piece  yang bisa kami lakukan,'' kata Jafri kemarin.

Strategi ini cukup efektif bagi Laskar Mahesa Jenar di lima laga teranyar. Gol penenentu kemenangan PSIS atas PSMS dengan skor 3-2 di pekan ke-21 dicetak Hari Nur melalui skema sepak pojok yang dilakukan Bayu. Berlanjut dalam saat PSIS mengalahkan tamunya, Perseru Serui (4-2) di pekan ke-23 dan menahan imbang tuan rumah Persela Lamongan (1-1)  di pekan 24. Bruno Silva mampu mencetak dua gol lewat tendangan bebas dan satu penalti di dua pertadingan itu.

''Kami menargetkan untuk bisa meraih poin di kandang PS Tira. Ini sangat penting bagi kami untuk terus menjauh dari zona merah. Meski waktu yang mepet untuk persiapan dan empat pemain kami cedera, saya optimistis skuad kami yang ada bisa memberikan kontribusi maksimal untuk target tersebut,'' lanjut Jafri.

Sementara itu Pelatih PS Tira, Nil Maizar mengatakan timnya sangat siap melawan PSIS. Sebab The Warior pekan lalu tidak jadi melawan PSMS Medan karena perubahan jadwal pekan ke-24.

''Secara umum kami siap menghadapi PSIS Semarang. Tidak ada pemain yang terkena akumulasi dan cedera. Hanya saja saya masih harus melihat kondisi satu pemain. Yakni Abduh Lestaluhu yang baru saja merapat dari pemanggilan timnas Indonesia. Semoga dia bisa bermain dan apa  yang kami siapkan bisa maksimal,'' kata Nil.

PSIS dan PS Tira disebut mantan pelatih Semen Padang itu tidak memiliki perbedaan kualitas yang besar. Terkait PSIS yang kehilangan empat pemain karena cedera juga tidak ingin disebut Nil sebagai keuntungan. ''Semua kami sikapi dengan taktik di lapangan nantinya. Mudah-mudahan kami bisa ambil alih posisi di zona aman dengan menang atas PSIS di laga ini,'' harap Nil.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)