• KANAL BERITA

23 Tim Futsal SMA Bersaing di Piala Rektor UPGRIS 2018

Foto: suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun
Foto: suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 23 tim futsal SMA/SMK sederajat Se Jawa Tengah bersaing menjadi yang terbaik dalam turnamen Piala Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang diadakan di GOR kampus setempat kawasan Jalan Gajah Raya, mulai Selasa (17/7) hingga Kamis (19/7) mendatang.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH MHum mengatakan 23 tim yang berpartisipasi merupakan tim-tim terbaik yang sudah disaring oleh panitia turnamen saat membuka pendaftaran 1 Juni hingga 16 Juli kemarin. Mulai dari sekolah yang berada di Kota Semarang hingga Temanngung, Jepara, Kendal, dan Pati.

Dikatakan juga, ajang ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga yang pihaknya gelar secara rutin. Di 2017 lalu, Piala Rektor UPGRIS dimenangkan SMK 7 Semarang setelah mengalahkan SMA 15 Semarang dengan skor 5-3 di final.

"Gairah yang luar biasa saat ini, dimana anak-anak muda mencintai dan hobi pada olahraga futsal. Sehingga futsal terus tumbuh dan atlet futsal di Semarang maupun Jateng makin banyak. Tak terkecuali pefutsal putrinya. Untuk itu dalam Dies Natalis UPGRIS ini kami memilih olahraga futsal sebagai ajang kompetisi siswa antar SMA/SMK sederajat,'' kata Muhdi saat membuka turnamen.

Dia berharap lewat ajang tahunan ini, UPGRIS bisa menymbang nama-nama pefutsal muda potensial yang bisa memperkuat tim Kota Semarang, Jateng, bahkan tim nasional futsal Indonesia. Dia melihat timnas futsal juga semakin bagus dan disegani di kawasan benua Asia.

"Dalam beberapa event futsal, Indonesia juga semakin bagus. Ke depan kami harap Indonesia merajai dan sukses di olahraga futsal ini. Saya memandang futsal cocok bagi orang Asia yang  lincah dan terampil menggunakan lapangan yang tidak terlalu besar. Namun futsal saat ini juga banyak digunakan sebagai embrio pemain sepak bola. Kalau ini diperhatikan serius pefutsal Indonesia bisa maju," ungkap Muhdi.

Di turnamen ini, Muhdi berharap para pemain muda yang menjadi harapan Indonesia kelah bisa mengambil banyak pengalaman bertanding. Tidak hanya soal ketrampilan, fisik, dan  skill , dia inginpara pemain juga mengasah mental bertanding.

"Bermain futsal tidak cukup modal fisik,  skill , dan ketrampilan. Sya lihat mental sangat penting. Atlet Indonesia masih kalah di situ. Kalau menang berpuas diri dan kalau kalah  down . Semoga semua ini bisa menjadi pelajaran dan ke depan kekuatan mental dan karakter sangat penting," tandas Muhdi.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)