• KANAL BERITA

PSIS Ditahan Imbang 10 Pemain MU

Foto: suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun
Foto: suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun

MAGELANG, suaramerdeka.com - PSIS Semarang gagal mendulang poin penuh saat menjamu Madura United (MU), dengan hanya bermain imbang dengan skor 0-0 di Stadion dr H Moch Soebroto Kota Magelang, Kamis (12/7) petang. Padahal di laga ini skuad Laskar Mahesa Jenar sempat unggul jumlah pemain di menit ke-62 saat Alfath Faathier diusir wasit Musthofa Umarella. Bek sayap MU yang masuk menggantikan Munhar itu menerima kartu kuning kedua usai menjatuhkan gelandang PSIS, Bayu Nugroho.

Buruknya penampilan PSIS ini diungkapkan pelatih kepala mereka, Vincenzo Alberto Annese karena kelelahan yang diderita sebagian besar pemain.  Allenatore  asal Italia ini bercerita skuad PSIS harus menempuh perjalanan sebelas jam menggunakan kereta dari Bandung ke Yogyakarta dan hanya berlatih dua hari di Kota Magelang sebelum menjamu Laskar Sapeh Kerap.

"Kami sangat kelelahan usai laga melawan Persib (8/7). Perjalanan dari Bandung ke sini yang menyebabkan kelelahan itu. Saat kami ingin lakukan apa yang sudah diberikan di latihan, semua tidak berjalan sempurna di lapangan," kata Vincenzo usai pertandingan.

Di babak pertama PSIS memiliki empat kali percobaan untuk mencetak gol. Namun tidak ada yang mengarah ke gawang MU yang dijaga Satria Tama. "Saya tidak melihat permainan juga karena banyaknya pelanggaran di babak pertama yang dilakukan pemain kami dan paling banyak oleh pemain Madura. Ini membuat permainan semakin tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan," lanjut Vincenzo.

Secara keseluruhan dari data pelanggaran yang didapat dari laman resmi Liga 1, PSIS mendapatkan 17 kali tendangan bebas dan MU mendapat 8 kali hal yang sama. "Saya menyayangkan Madura hanya mendapat empat kartu kuning dan satu kartu merah dengan banyaknya pelanggaran yang mereka lakukan. Saya kira bisa lebih dari itu," tegas Vincenzo.

Di babak kedua pelanggaran yang menyebabkan  free kick  bertambah yakni 11 untuk PSIS dan 13 untuk MU.  Keunggulan jumlah pemain juga sempat membuat PSIS semakin gencar menyerang tapi dua peluang emas PSIS di depan gawang dapat diselamatkan Satria Tama. Sementara itu MU juga sempat menghasilkan tiga peluang ke gawang PSIS dengan memanfaatkan permainan terbuka tuan rumah.

"Di babak kedua saat unggul pemain saya coba masukkan Melcior dengan mengganti Yunus untuk menambah serangan. Namun hasilnya sama saja dan makin diperparah tim kami kebingungan menyerang," tandas Vincenzo.

Meski masih berkutat di zona degradasi dengan hanya mengoleksi 15 poin, pelatih berusia 33 tahun ini masih optimistis di laga mendatang bisa bangkit. Dia menyuarakan butuh dukungan suporter dan bukan serangan yang malah didapatkan.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)