• KANAL BERITA

Di Final Piala Dunia 2018, Dalic Ingin Hapus Kenangan Pahit Kroasia

Foto: Dan Mullan / Getty Images
Foto: Dan Mullan / Getty Images

MOSKOW, suaramerdeka.com - Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic mengusung sebuah misi seiring kelolosan negaranya ke final Piala Dunia 2018. Misi itu adalah Dalic ingin menghapus kenangan pahit Vatreni pada dua dekade silam.

"Pada 1998, saya ada di Prancis untuk tiga pertandingan awal sebagai seorang suporter. Semua orang di Kroasia mengingat laga itu, saat Thuram mencetak gol dan kami kalah 1-2. Itu menjadi topik bahasan selama 20 tahun terakhir. Saya ingat saat kami merayakan gol Suker, tapi kami segera terduduk lagi karena berhasil disamakan," kata Dalic di situs FIFA.

Tiket ke final disabet Kroasia usai mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2018, di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7) dini hari WIB. Kroasia sendiri harus bersusah payah untuk meraih kemenangan karena baru bisa meraihnya di babak tambahan.

Kroasia bahkan tertinggal lebih dulu via gol cepat Keiran Trippier lewat tendangan bebas pada menit kelima. Di babak kedua, Ivan Perisic sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-68 sebelum akhirnya Mario Mandzukic menjadi pahlawan dengan gol yang dicetak pada menit ke-109.

Dengan keberhasilan ini, Kroasia pun melampaui prestasi di Piala Dunia 1998 saat terhenti di semifinal. Di final, Kroasia akan menghadapi lawan yang menghentikan mereka pada 1998, Prancis.  Asa Kroasia saat itu sempat melambung tinggi usai unggul lebih dulu via Davor Suker di menit ke-46, sebelum Lilian Thuram menjadi penentu kemenangan Les Bleus dengan gol di menit ke-47 dan ke-69.

Kroasia kini akan menghadapi Prancis di stadion yang sama, pada laga final yang akan dihelat, Minggu (15/7). Masih menjadi suporter Davor Suker dkk pada perhelatan Piala Dunia 1998, Dalic tak akan mengusung misi balas dendam, cuma ingin Kroasia menampilkan performa terbaik di laga final.

"Kedua tim sudah menunjukkan kualitas mereka, kami tak mengusung misi balas dendam. Inilah sepakbola, inilah olahraga. Yang harus kami lakukan adalah bersiap untuk menampilkan performa terbaik kami di pertandingan final," tandas.

 


(Andika Primasiwi, DS/CN26)