• KANAL BERITA

Piala Dunia 2018

Eden Hazard Pun "Mengantar" Mbappe

Oleh Amir Machmud NS

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEJARAH  sudah menjatuhkan pilihan. Kylian Mbappe, dan bukan Eden Hazard yang berhak memegang tiket panggung puncak Piala Dunia 2018. Hazard, yang saling menaruh respek dengan Mbappe, "mengantar" sang yunior lewat duel sengit semifinal di Stadion Saint Petersburg, kemarin.

Kedekatan dua elemen terpenting Belgia dan Prancis itu terlukiskan dari pernyataan-pernyataan respektif mereka. Mbappe mengagumi sang kapten Belgia, sementara Hazard memuji prospek striker Prancis tersebut.

Keduanya saling mengagumi dengan cara memutar rekaman video masing-masing. Tentu di tahun-tahun yang berbeda. Mbappe, dari saat belajar sepak bola hingga sekarang, intens mempelajari teknik-teknik si nomor 10 Belgia, sementara Hazard suka melihat rekaman aksi-aksi the rising star Prancis itu dari banyak pertandingan.

Dalam usia Hazard yang 27 dan Mbappe 18, keterpautan sembilan tahun itu merentangkan garis beda generasi, walaupun kini keduanya bermain dan bersaing dalam turnamen yang sama. Hazard, yang pada masa remajanya juga diproyeksikan sebagai bintang masa depan Belgia, senang melihat perkembangan Mbappe, yang diungkapkan dengan nada bercanda mengatakan, "Sudah sedemikian tuakah saya?"

Bikin Merasa "Tua"

Penampilan Mbappe yang segar dan menjanjikan memang pantas membuat para bintang di masa edar sekarang merasa "tua". Dengan aksi-aksi memukau dan kontribusi dua gol ke gawang Argentina di 16 besar misalnya, pemain Paris St Germain itu ikut berandil memulangkan Lionel Messi lebih cepat. Performa hebatnya juga seolah-olah menutupi pamor Cristiano Ronaldo yang angkat kopor bersama Portugal sejak perdelapan final. Media menyetarakan aksi Mbappe saat mengalahkan Argentina dengan fenomena Pele di Swedia 1958 yang "sekali muncul langsung menjadi bintang".

Kepada BeINSports, Hazard menuturkan, Kylian Mbappe pernah mengatakan, semasa kecil senang menyaksikan cuplikan-cuplikan permainannya. "Sekarang sayalah yang suka melihat videonya. Dia pemain yang secepat itu berkembang, dan itu langka di era sepak bola moderen sekarang," katanya.

Mbappe, yang sering bertelepon dengan dia, diakui oleh Hazard sebagai salah satu pesepak bola muda terbaik saat ini. Penyerang Prancis, Olivier Giroud menilai yuniornya itu lebih tajam dibandingkan dengan Hazard, karena memang berposisi sebagai striker. Sedangkan dari kemampuan teknik, keduanya berada di level yang setara.

Sikap saling menghormati antara dua bintang itu "menyemarakkan" semifinal kemarin, menggambarkan pertaruhan tim yang lebih punya tradisi elite, dengan kesebelasan yang merepresentasikan generasi baru sepak bola dunia. Prancis dan Belgia berada di dua kutub sejarah yang bertarik-menarik ke wilayah pembuktian, dan Les Bleus-lah yang akhirnya memenangi persaingan.

Pemunculan sensasional Mbappe sedikit berbeda dari ketika Hazard, dalam usia 20, digadang-gadang menjadi bintang Rode Duivels enam tahun silam. Hazard yang bertalenta luar biasa dan diramalkan menjadi pemain besar, dikenal sebagai remaja bengal dan susah diatur. Dia pernah melawan pelatih George Leekens karena diganti dalam laga kualifikasi Euro 2012 melawan Turki. Hazard mereaksi ketus dan bersikap tidak profesional. Ia menolak bersalaman dengan pelatih, dan langsung ngeloyor ke ruang ganti. Yang lebih parah, ketika teman-temannya masih bertanding, Hazard kedapatan makan burger bersama keluarganya di sebuah restoran cepat saji.

Hazard pun di-bully dan mendapat sanksi dari Leekens. Insiden yang populer sebagai "Burgergate" itu menjadi pelajaran pahit tentang profesionalisme bagi Hazard. Dia merenungkan dan kemudian mencoba mengelola sikap. Dan, kini, si anak bengal itu memimpin rekan-rekannya sebagai kapten tim nasional yang diarsiteki Roberto Martinez.

Gelandang pengatur serangan Chelsea itu memang berpembawaan keras. Banyak pula yang menilai arogan, namun di balik itu punya sifat kepemimpinan yang kuat. Misalnya, setelah laga pertama fase grup melawan Panama, dia tak segan-segan menegur Romelu Lukaku yang dia nilai "tidak bekerja maksimal untuk tim", namun kemudian dia bisa meyakinkan rekannya itu dengan pendekatan yang tepat. Hazard tahu potensi Lukaku, sebaliknya Lukaku paham peran Hazard.

Kini dia menyusul para bintang yang lebih dulu meninggalkan Rusia. Babak akhir Piala Dunia 2018 pun tanpa Messi, Ronaldo, Luis Suarez, Edinson Cavani, Neymar Junior, Philippe Coutinho, dan Hazard yang semuanya memberi warna. Tinggal Mbappe, Griezmann, dan bintang-bintang dari tim finalis yang bakal meneruskan melukis kanvas final.

"Ini impian yang sungguh liar, mimpi di dalam mimpi yang sulit dipercaya," cetus Mbappe, yang walaupun tidak mencetak gol tetapi sangat menyulitkan pertahanan Belgia.

Terlepas dari kegagalan Belgia, seusai Piala Dunia 2018 ini, dipastikan banyak klub besar -- seperti Real Madrid -- yang ingin memanfaatkan jasa Eden Hazard. Namun belum jelas, ke mana hatinya akan mengikuti arah angin. Sama dengan Kylian Mbappe, yang pasti bakal menjadi incaran raksasa-raksasa Eropa.

--- Amir Machmud NS, wartawan Suara Merdeka, Ketua PWI Jawa Tengah


(Red/CN26/SM Network)