Tiba di Semarang, Bandeng Pilihan Utama Pemudik

- Senin, 3 Juni 2019 | 10:24 WIB
LAYANI PEMBELI: Seorang penjual sedang melayani konsumen di Toko Oleh-Oleh Lumba-Lumba di Jalan Pandanaran, Semarang. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)
LAYANI PEMBELI: Seorang penjual sedang melayani konsumen di Toko Oleh-Oleh Lumba-Lumba di Jalan Pandanaran, Semarang. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mudik tak sekadar berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar. Lebih dari itu, mereka memanfaatkan momentum itu untuk plesiran ke destinasi wisata atau belanja di mal. Tak kalah pentingnya, mereka bakal selalu menyempatkan diri berwisata kuliner. Lalu, makanan khas asal Semarang apa yang paling dicari pemudik pada situasi menjelang mudik?

Jawabannya, tak lain bandeng presto yang banyak dijual di pusat oleh-oleh Pandanaran atau pun pasar tradisional seperti di Rasamala, Banyumanik, kawasan Pekojan, dan lainnya. Wahyu Hidayat, warga Banyumanik yang sudah belasan tahun merantau ke Palembang ini salah satu contoh pencari bandeng presto. Ia datang di Semarang sejak Sabtu (1/6), tujuannya nyekar ke makam orang tuanya.

Pada hari H Lebaran, pria berusia 45 tahun yang datang tanpa mengajak anggota keluarganya itu hendak balik ke Palembang. "Datang ke Semarang, tentu saja saya akan membeli bandeng. Sudah sekian lama, saya langganan di sebuah toko di Jalan Pandanaran, Semarang," katanya ditemui di Toko Oleh-Oleh Lumba-Lumba, Jl Pandanaran, Semarang, Senin (3/6).

Menurut dia, bandeng oleh-oleh wajib dibawa, selain itu ia juga membeli Lunpia, serta Wingko Babad yang ada di Banyumanik. Pun demikian dengan warga Tembalang, Widodo yang juga membawa bandeng presto untuk dibawa ke Purwokerto. "Kebetulan, saudara sangat suka dengan bandeng presto ini. Kami pun membawakannya, untuk saudara," jelasnya. Di Semarang, makanan olahan bandeng presto juga sedang jadi tren kuliner, seperti halnya ada nasi goreng atau asem-asem bandeng.

Bagi penjual bandeng presto, Lebaran ini jadi momen yang ditunggu-tunggu, karena penjualannya pasti terdongkrak naik. "Pastinya naik lah, dibandingkan hari biasa bisa tiga kali lipatnya. Pelanggan kami sebagian besar dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya," ungkap pemilik Toko Oleh-Oleh Lumba-Lumba, Gondo Sinudarsono.

Bukan hanya di Jalan Pandanaran, Semarang, oleh-oleh Lumba-Lumba juga ada di Jalan Kemukus, kawasan Kota Tua, Jakarta. Bahkan, di ibukota itu juga disajikan masakan olahan bandeng, seperti nasi goreng, otak-otak, dan asam-asam bandeng.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Rob Rendam 700 Rumah di Tambaklorok Semarang

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:10 WIB
X