Ratusan Kera Liar Rusak Lahan Pertanian di Tiga Dusun, Petani Kewalahan

- Senin, 30 Agustus 2021 | 16:15 WIB
TANAMAN RUSAK: Eko Handoyo (36), warga Dusun Nggeblog, Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang menunjukkan tanaman daun bawang atau onclang yang rusak imbas serangan kera liar, (suaramerdeka.com/dok)
TANAMAN RUSAK: Eko Handoyo (36), warga Dusun Nggeblog, Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang menunjukkan tanaman daun bawang atau onclang yang rusak imbas serangan kera liar, (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNGAN, suaramerdeka.com - Serangan kera liar kembali membuat resah petani di tiga dusun di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Tidak sekadar masuk ke area pertanian, kera yang jumlahnya mencapai ratusan ekor tersebut akhir-akhir ini terlihat merusak tanaman yang ditanam petani.

“Dahulu hanya terlihat di lahan pertanian yang berbatasan langsung dengan hutan, sekarang ratusan kera ekor panjang sudah masuk wilayah pertanian yang lokasinya dekat dengan permukiman warga,” ungkap Eko Handoyo (36), warga Dusun Nggeblog, Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Senin (30/8).

Ia bersama petani lainnya mengaku tidak sanggup menghalau serangan kera liar itu. Yang bisa dilakukan saat ini, menurut Eko, adalah berusaha mengamankan berbagai tanaman dari serangan kera.

Baca Juga: Jelang Pengumuman PPKM, Luhut Tekankan Pentinginya Kemandirian Sektor Kesehatan

“Kera yang turun ke lahan pertanian tersebut semakin banyak dibandingkan dengan pekan kemarin,” ujarnya.

Senada dengan Eko, Mursidi (47) petani warga Dusun Nggeblog menjelaskan, setiap hari ia dan petani penggarap lainnya pasti menjumpai kawanan kera yang masuk ke area pertanian.

Dirinya bersama petani lainnya meyakini, hewan bernama latin macaca fascicularis ini bisa membaca waktu kapan area pertanian atau ladang dijaga maupun ditinggal oleh petani penggarap.

Baca Juga: PTM Hari Pertama, Anak-anak Diedukasi soal Covid-19 dan Terapkan Prokes

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X