Gugatan Dikabulkan Hakim, Perkara Kakek Suryadi Tak Masuk Ranah Pidana

- Senin, 30 Agustus 2021 | 15:40 WIB
Sidang putusan praperadilan di PN Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Sidang putusan praperadilan di PN Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

Pembeli kemudian meminta pengembalian lima sampai sepuluh kali lipat dari uang muka.

Permintaan itu pun tak disanggupi Suryadi, sehingga dirinya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penipuan.

Dalam pertimbangannya, hakim Darwoko menilai, pembayaran uang muka merupakan tahap awal dari jual beli. Proses itu harus dilanjutkan dengan menyepakati total harga jual serta batas waktu pelunasannya.

Selain itu, pengembalian uang muka juga harus jelas, tidak boleh dilipatgandakan secara sepihak.

Hal itu penting dilakukan supaya terwujud kepastian hukum.

"Jual beli tanah itu merupakan kesepakatan antara Suryadi dan Sukandar. Apabila ada salah satu pihak yang melanggar maka masuk ranah keperdataan, bukan pidana," tegas hakim.

Kuasa hukum Suryadi, Yohanes Sugiwiyarno mengaku bersyukur, karena hakim PN Semarang mengabulkan sebagian besar gugatan praperadilan yang diajukannya.

"Kami bersyukur karena hakim menegaskan bahwa kasus ini merupakan ranah perdata, bukan pidana. Sehingga klien kami bisa dibebaskan dari penjara dan dipulihkan harkat dan martabatnya," ujarnya usai sidang.

Sementara itu, Kuasa Hukum Polsek Gunungpati, Kompol Hartono menyatakan menghormati putusan pengadilan.

"Kami akan melaksanakan putusan majelis hakim," tuturnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Parkir Tepi Jalan Akan Diberlakukan Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:44 WIB

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB
X