Pejuang dari Kampung Sekayu itu Telah Tiada

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:27 WIB
H Mustain. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
H Mustain. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

Menurutnya, warga masih tetap konsisten untuk mempertahankan kampung tersebut.

Selain tua, Kampung Sekayu merupakan bukti perjuangan warga Semarang dalam Pertempuran Lima Hari.

”Tiang bendera sebagai tempat upacara saat memperingati Pertempuran Lima Hari harus dipertahankan. Saya kira, kalau Kampung Sekayu keseluruhan bakal hilang tidak mungkin,” tandas dia yang beberapa tahun menjadi Ketua LPMK.

Diakui yang terjadi sekarang, ada sebagian warga yang menjual rumahnya.

Itu terjadi di wilayah RT 1 RW 1.

Namun dengan dijualnya rumah tersebut bukan berarti Kampung Sekayu akan hilang.

”Wilayah itu memang di pinggir kampung, berdekatan dengan Mal Paragon. Tidak sampai masuk ke wilayah kampung. Saya yakin seyakinnya, Kampung Sekayu tetap terjaga,” tegasnya.

Di Kampung Sekayu setidaknya ada beberapa bangunan yang masuk cagar budaya, yakni Masjid Sekayu, rumah di Jalan Sekayu No 340 dan No 311, rumah di kawasan Kampung Sekayu Kepatihan No 269 dan 270.

Karena perjuangannya, wajar kalau suatu rumahnya di Bedagan 462 Kampung Sekayu mendapat kehormatan menjadi shahibul bait pelaksanaan “Silaturahim Balung Pisah”.

Ratusan bahkan mungkin ribuan kiai dan alim ulama termasuk KH Mustofa Bisri (Gus Mus) hadir memberi berkah acara itu. Selamat jalan H Musta’in.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Parkir Tepi Jalan Akan Diberlakukan Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:44 WIB

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB
X