Pejuang dari Kampung Sekayu itu Telah Tiada

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:27 WIB
H Mustain. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
H Mustain. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

“Pak Musta’in menginspirasi pemuda-pemuda di Kota Semarang,’’ kata Hendy Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang.

Ketika diminta menceritakan bagaimana awal sukses mengembangkan Tailor Top Eka Karya dari Wedung Demak sampai Kota Semarang, Haji Musta’in mencoba mengalihkan pembicaraan ke materi lain.

“Mpun mboten usah crita bab niku. Kersane mawon,” katanya sambil tertawa.

Boleh dibilang dia sebagai pejuang dari Kampung Sekayu.

Ketika dulu berkembang isu Kampung Sekayu mau digusur untuk kepentingan sebuah proyek, dia mendatangi kantor DPRD dan bersuara lantang.

“Pemkot Semarang diminta tidak mengulang kesalahan lama dalam melindungi kampung-kampung tua," ujarnya.

Hilangnya Kampung Jayenggaten, Basahan, Gendingan, merupakan kebijakan yang tidak menitikberatkan pada unsur kultur budaya.

Dia berteriak vokal agar Kampung Sekayu tetap dipertahankan.

Jangan sampai kesalahan lama terulang lagi.

 ”Pemkot harus mempertahankan kampung tersebut. Di sana masih ada bangunan cagar budaya seperti Masjid Sekayu. Sayang kalau tidak dipertahankan. Jangan karena dibalik modernisasi akhirnya menghilangkan kultur budaya Semarangan,” tegas dia.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X