Pejuang dari Kampung Sekayu itu Telah Tiada

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:27 WIB
H Mustain. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
H Mustain. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

Berarti satu lemari pakaian warna putih semua ya pak? Haji Tain hanya menjawab dengan senyum penuh misteri.

Dalam acara resepsi pernikahan yang biasanya berpakaian batik, Haji Tain pun tetap dengan ciri khas penampilannya putih-putih.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyampaikan sambutan dalam acara Tarling di rumah H Musta’in Bedakan 462, Kampung Sekayu (Jalan Pemuda) Semarang sempat melempar joke.

Anak-anak Pramuka ketika acara Jurit Malam untuk uji nyali keberanian melewati pemakaman Umum Bergota, oleh para seniornya ditakut-takuti dengan sejenis kain putih.

Anehnya ternyata anak-anak remaja itu tidak takut lagi dengan “hantu-hantuan” warna putih tersebut.

“Putih-putih itu paling H Musta’in yang lewat," ujar mereka.

Tentu saja para hadirin tertawa mendengarnya termasuk H Musta’in sendiri.

Bapak dari empat anak dan 10 cucu itu namanya selalu ada dalam setiap organisasi kemasyarakatan, terutama yang berhubungan dengan masjid, NU, dan organisasi sosial lainnya.

Dia menjadi Pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Agung Semarang (Kauman), Masjid Baiturrahman Semarang, Masjid Sekayu, Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Semarang kemudian berubah menjadi Baznas, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), dan lain-lain.

Dia juga menjadi Pengurus Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X