Bupati Demak Ajak Pramuka Jadi Penggerak Disiplin Prokes: Semua Elemen Masyarakat Harus Terlibat

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 08:36 WIB

DEMAK, suaramerdeka.com - Bupati Demak Hj Eisti'anah yang juga Ketua Majelis Pembimbing Kwarcab Demak mengajak seluruh anggota pramuka untuk menjadi penggerak disiplin protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, di masa pandemi seperti sekarang, semua elemen masyarakat harus terlibat untuk mencegah penyebaran covid-19.

Termasuk anggota pramuka yang selama ini memiliki kepedulian tinggi terhadap pembentukan karakter generasi bangsa.

Baca Juga: Persiapan Seleksi P3K, 1.344 Guru Ikuti Pembekalan

"Mari kita bersama-sama mengintensifkan dan meningkatkan upaya pencegahan covid-19 dimulai dengan menyosialisasikan disiplin prokes dan menjadi teladan atau contoh bagi masyarakat dalam menerapkan prokes," ajak Bupati Eisti'anah saat menyampaikan sambutan dalam upcara peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Pramuka di Gedung Binapraja kabupaten Demak, kemarin.

Kegitaan yang dilaksankan secara virtual tersebut diikuti oleh kwaran dan satuan Karya Se-Kabupaten Demak.

Bupati mengaku bangga dan mengapresiasi seluruh kegiatan kepramukaan.

Baca Juga: Desa Batursari Mranggen Terbaik Lomba Kampung Juara, Selaraskan Demak 'Beramal'

Namun demikian di tengah rasa gembira bersamaan peringatan Hari Pramuka dan sekaligus perayaan 60 Tahun Gerakan Pramuka, saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

Untuk itu memerlukan peran serta semua pihak dan bahu-membahu bersatu membantu menanggulangi pandemi tersebut.

"Bangsa Indonesia memanggil kita semua untuk ikut andil mengatasi wabah covid-19," tuturnya.

Atas pertimbangan kondisi itu pula, tema Hari Pramuka dan peringatan 60 Tahun Gerakan Pramuka adalah “Pramuka berbakti tanpa henti dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan disiplin dan kepedulian nasional”.

Sementara slogan yang merupakan inti tema tersebut adalah “Pramuka Berbakti Tanpa Henti”.

Tema ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, agar para pramuka melaksanakan dua gerakan.

Yakni Gerakan Kedisiplinan Nasional dengan mewujudkan perilaku mematuhi protokol kesehatan.

Serta Gerakan Kepedulian Nasional dengan mewujudkan sikap empati dan simpati menolong sesama hidup.

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus mengkhawatirkan, telah membuat banyak orang terkena dampaknya.

Begitu pula di lingkungan Gerakan Pramuka. Banyak kegiatan yang terpaksa terhenti, termasuk kegiatan latihan tatap muka di gugus depan - gugus depan Pramuka.

"Tentu kita tidak boleh menyerah dam berputus asa. Justru tantangan yang ada harus kita sikapi dengan semangat seorang pramuka untuk pantang berputus asa dan rela menolong serta tabah," katanya.

Bupati mendukung pelaksanaan kegiatan kepramukaan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Salurkan kreativitas dengan membuat kegiatan yang tidak melanggar protokol kesehatan.

Bupati mengemukakan sejarah gerakan pendidikan kepramukaan yang masuk ke Indonesia pada tahun 1912.

Pada saat itu, Indonesia masih dalam jajahan bangsa lain.

Namun dengan semangat kemerdekaan, membuat pramuka yang saat itu disebut pandu, ikut pula berperan mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, ternyata masih terdapat cukup banyak organisasi kepramukaan.

Hal itu pula yang menyebabkan Presiden Soekarno dibantu Pandu Agung Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan sejumlah tokoh lainnya, menyatukan dalam wadah Gerakan Pramuka.

"Melalui Keputusan RI Nomor 238 Tahun 1961, ditetapkan bahwa Gerakan Pramuka merupakan satu-satunya wadah gerakan pendidikan kepramukaan di Indonesia," terangnya. 

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pendapatan Menurun, KPRI MAS Tetap Berikan Beasiswa

Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:15 WIB

Pasar Karangawen Terbakar, 229 Los dan Kios Ludes

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:36 WIB

Perempuan Nelayan Jadi Tumpuan

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:32 WIB

Bayar PBB-P2 Tepat Waktu, Warga Gajah Dapat Mobil

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:09 WIB

Kerukunan Beragama Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:24 WIB
X