Makna di Balik Membasuh Wajah

- Senin, 6 Mei 2019 | 21:55 WIB
Kitâb Lathâ’if Kiai Sholeh Darat. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Kitâb Lathâ’if Kiai Sholeh Darat. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Al Quran surat al-Maidah ayat 6 menyebutkan: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.....” (QS. Al-Ma’idah: 6).

Membasuh muka berarti membasuh muka/wajah yang selalu sibuk menghadap pada dunia dan kemewahannya. Di wajah ada mata yang senantiasa melihat dunia dan kemewahannya, yang cenderung melalaikan hati dari ingat kepada Allah. Mata dapat memalingkan hati kepada dunia. Tidak hanya itu, wajah adalah representasi dari seluruh organ tubuh manusia. Sehingga syarat administrasi apapun, biasanya mentancumkan syarat foto wajah, bukan organ yang lain.

Oleh karenanya, saat wudhu’ Allah perintah, agar membasuh wajah dengan air taubat dan istighfar. Hal itu disampaikan Pengurus MUI Jateng dan pengasuh  Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat (Kopisoda) dan Pengajian Selasa Sore Kyai Sholeh Darat (Ajiselera), Dr HM In’amuzzahidinMasyhudi MA.

Dia menambahkan, bahwa Kiai Sholeh Darat pernah mengatakan, mongko masuhno siro kabeh ing rahi iro ingkang wes kelawan pot madep marang donyo lan keluputan kelawan ginawe ningali aghyar, tegese pahesan dunyo. Wasuhno kelawan banyu taubat lan istighfar, Wallahu a’lam bish shawab. Kalimat tersebut terambil dari Hâdzihî Kitâb Lathâ’if al-Thahârah, di halaman 6, karya Muhammad  Shâlih ibn ‘Umar.

Mengapa tangan? Karena tangan adalah salah satu organ penting dalam bekerja. "Hampir semua pekerjaan membutuhkan kehadiran tangan untuk menyelesaikannya, apa pun profesinya. Karena saking pentingnya tangan ini, hingga seolah ada anggapan, bahwa tangan inilah yang mensukseskan pekerjaan manusia, dan dapat menyambung serta mempertahankan hidupnya. Muncul juga anggapan, seolah kalau tidak bekerja, seolah ia tidak bisa makan dan tidak bisa bertahan hidup. Sehingga manusia sering menggantungkan hidupnya dengan tangannya atau pekerjaannya," jelasnya.

Padahal hakikatnya, masalah kecukupan rizki, bukan berasal dari pekerjaannya. Allah-lah Sang Maha Mencukupi, Sang Maha Pemberi Rizki. Kalau Allah katakan cukup, maka cukuplah kebutuhan hidupnya dengan caranya Allah. Tetapi kalau Allah murka dan katakan kekurangan pada hidup seseorang, maka hidupnya pun terus dirundung kekurangan.

"Banyak orang bergaji tiap bulan, tapi hutang menumpuk. Banyak orang yang kerja serabutan, tapi cukup dan bebas dari hutang. Hasbunallahu wa ni’mal wakil......
Gantungkan hidupmu pada Allah, bukan pada pekerjaanmu. Pekerjaan hanya wasilah saja... Pasrahkan urusanmu pada Allah, bukan pada ikhtiar tanganmu.... Wa man yatawakkal ‘ala Allahi fahuwa hasbuh....," terangnya.

Membasuh tangan berarti membasuh tangan dari bekas ketergantungan hati manusia kepada makhluk (selain Allah), yang harus segera dibasuh dengan air taubat dan istighfar. Kiai Sholeh Darat pernah mengatakan: lan maleh masuhno siro kabeh ing tangan iro karo saking labete olehe iro gandulan makhluk. Lan labete olehe iro gumantung kelawan makhluk iyo wasuhono kelawan banyu taubat lan istighfar. Kepala berisi otak dan pengetahuan yang dapat mendorong seseorang menjadi sombong. Sombong karena ilmu menjadikannya jauh dari ridla Allah. Padahal ilmu manusia sangat terbatas dan tidak ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan ilmu Allah.
Subhanaka la ilma lana illa ma ‘allamtana.

"Karena itu, Allah perintah mengusap kepala yang dapat menjadikan sombong seseorang dengan air tawadlu’, andab asor, berbudi mulia, dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Dengan demikian, mengusap kepala berarti mengusap kepala dengan air tawadlu’ pada Allah, dan merendahkan diri di hadapan-Nya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Pansus B DPRD Demak Mulai Bahas Raperda tentang BUMDes

Selasa, 29 November 2022 | 21:33 WIB

DPRD Demak Bentuk Pansus untuk Selesaikan Lima Raperda

Senin, 28 November 2022 | 21:57 WIB
X