Dinkes Jateng Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Kejiwaan 

Red
- Kamis, 2 Mei 2019 | 14:00 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Yulianto Prabowo, M.Kes (Foto Istimewa)
Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Yulianto Prabowo, M.Kes (Foto Istimewa)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Gangguan kejiwaan bisa menimpa siapa saja, dan sama dengan penyakit lainnya. Namun, gangguan kejiwaan tidak harus dikategorikan gangguan jiwa berat layaknya penyakit jantung dan kanker.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan gangguan kejiwaan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu gangguan kejiwaan ringan, sedang dan berat. 

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat mau dan peduli melakukan pemeriksaan kesehatan kejiwaan ke rumah sakit jiwa (RSJ). Masyarakat juga tidak perlu takut atau mau, untuk datang ke RSJ guna melakukan pemeriksaan.

“Kalau sakit raga itu biasa, sakit jiwa itu juga sebenarnya biasa. Bukan suatu hal yang luar biasa. Kita terdiri dari jiwa dan raga, keduanya bisa sakit dan sakit jiwa itu jangan dibayangkan yang aneh-aneh. Kita gelisah, tidak bisa tidur saja sudah gangguan jiwa. Kita juga sering berdebar-debar, itu juga sudah menunjukkan gangguan kejiwaan. Tapi ringan, semua juga pernah mengalami,” kata Yulianto, dilansir dari Radio Idola. 

Ajakan untuk memeriksakan kesehatan kejiawaan juga pernah disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo. Terutama, yang tujuannya untuk pencegahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Banyak faktor yang memicu orang menjadi depresi, mulai dari beban ekonomi hingga kehilangan pekerjaan adalah yang paling banyak. Yang tidak kuat kemudian memilih bunuh diri,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan membuat semacam konsultasi online tentang gangguan kejiwaan bagi masyarakat. Tujuannya, jika dari hasil konsultasi online itu membutuhkan rujukan medis bisa diarahkan ke dokter spesialis atau RSJ.

Editor: Maya

Tags

Terkini

X