5 Isu Strategis Pembangunan Dipaparkan, Bupati Grobogan: Semua OPD Harus Fokus Capai Kinerja Utama Daerah

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:52 WIB
MEMBERIKAN SAMBUTAN: Bupati Grobogan, Sri Sumarni memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2021-2026 di ruang Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (24/8). (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)
MEMBERIKAN SAMBUTAN: Bupati Grobogan, Sri Sumarni memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2021-2026 di ruang Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (24/8). (suaramerdeka.com/Khabib Zamzami)

 


GROBOGAN, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Grobogan memaparkan lima isu strategis yang akan menjadi acuan pembangunan daerahdi ruang Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (24/8). Paparan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Mohammad Sumarsono.

Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Grobogan 2021-2026 dihadiri Wakil Bupati Bambang Pujiyanto, Sekda Grobogan Mohammad Sumarsono, Kepala Bappeda Anang Armunanto.

Perwakilan Forkompinda, perwakilan organisasi masyarakat dan awak media juga diundang di kegiatan itu.

Baca Juga: Intip Yuk Komunitas Otomotif Pakai Resep Apa untuk Jaga Performa Mesin

Selanjutnya, Sekretaris Bappeda Jateng, Juwandi, pimpinan OPD se-Kabupaten Grobogan dan kepala Bappeda Kabupaten Semarang, Demak, Salatiga, Kudus, Pati, Blora, Sragen dan Boyolali juga mengikuti secara virtual.

Sumarsono memaparkan lima isu strategis yang akan menjadi sumber referensi untuk pembangunan Kabupaten Grobogan selama lima tahun ke depan.

Isu strategis yang pertama yakni menguatkan kualitas sumberdaya manusia yang mampu berdaya saing dan mandiri.

"Permasalahan yang dihadapi di lingkup pendidikan meliputi tingginya angka kematian bayi (AKB), angka kematian balita (Akaba) dan angka kematian ibu melahirkan (Aki) serta masih tingginya angka stunting," paparnya.

Selanjutnya di lingkup kesehatan yakni masih tingginya anak tidak sekolah (ATS), masih rendahnya rata-rata laka sekolah serta kurangnya sarana prasarana pendidikan.

Sementara di lingkup ketenagakerjaan masih terkendala soal kualitas tenaga kerja yang terbatas. Kemudian tingginya angka tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Baca Juga: Khusus Jumat hingga Minggu, Polda Jateng Akan Kembali Lakukan Penyekatan

Adapun isu strategis kedua yakni pemenuhan kualitas infrastruktur dasar yang merata dan peningkatan konektifitas antarwilayah yang berwawasan lingkungan.

"Ketiga, menumbuhkan dan menguatkan kembali potensi ekonomi masyarakat berbasis sumberdaya lokal yang terdampak pandemi Covid-19.

Keempat, memperkuat upaya pencapaian reformasi birokrasi untuk mewujudkan tata pemerintahan yang berkualitas dan modern," jelasnya.

Terakhir, menguatkan kembali nilai-nilai toleransi dan berbudaya yang menjadi landasan hidup bermasyarakat.

Di kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Grobogan juga mendapatkan beberapa masukan dari peserta Musrenbang RPJMD 2021-2026. Mulai dari pendataan kembali penyandang disabilitas di Kabupaten Grobogan hingga mendesak agar pelaksanaan pembelajaran tayap muka (PTM) segera diatur regulasinya.

Baca Juga: Bangun Kepribadian lewat Putra-Putri Kampus, Rektor UPGRIS: Kedepankan Aspek Pendidikan hingga Karakter

Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengingatkan agar tujuan sasaran, program, sampai kegiatan dan sub kegiatan ditargetkan secara terukur dan realistis, sesuai proyeksi keuangan daerah dan situasi kondisi yang ada.

Semua OPD, menurutnya harus fokus untuk mencapai Indikator Kinerja Utama Daerah, yang telah ditetapkan sampai akhir RPJMD.

Para Kepala Desa, dalam menyusun Program Kegiatan juga harus mendukung pencapaian Visi Misi Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Groboggan Tahun 2021-2026.

"Beberapa tahun ke depan, tentunya kita masih harus mempertimbangkan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai dampak Pandemi Covid-19," jelas dia.

Untuk bisa sukses mencapai target-target yang ditetapkan, tentunya bukan tugas yang ringan. Oleh karena itu, semua harus bekerja keras, kreatif dan inovatif.

Di samping itu, tentunya diperlukan kerja sama, dukungan dan sinergitas yang kuat baik dari unsur Forkopimda, DPRD, OPD, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, Media, termasuk LSM dan pemangku kepentingan lainya.

Baca Juga: Ini Dia 10 Pebalap MotoGP Paling Tajir, Valentino Rossi Teratas

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Grobogan. Meskipun indikator-indikator telah menunjukan hasil yang membaik, namun Covid-19 masih ada.

Berdasarkan Inmendagri Nomor 35 Tahun 2021 tanggal 23 Agustus 2021, bahwa Grobogan masih masuk dalam PPKM Level 3, bersama dengan 17 Kabupaten/Kota lainya di Jawa Tengah.

Kita terus berusaha, agar kondisi yang sudah semakin membaik ini, terus menjadi lebih baik, sehingga Grobogan bisa masuk dalam PPKM Level 2 atau bahkan Level 1.

Mohon semua pihak untuk bisa memaklumi dan bersabar dulu. Beberapa aktifitas memang masih perlu pembatasan atau bahkan dilarang.

Karena sudah ada inmendagri yang baru, maka setelah ini Satgas Kabupaten akan segera rapat koordinasi untuk menetapkan Instruksi Bupati tentang pengaturan PPKM Level 3 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2021.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X