Pedagang Relokasi Pasar Johar Pasrah

- Sabtu, 13 April 2019 | 00:35 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Hampir empat tahun Pasar Johar terbakar dan kemudian para pedagang direlokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sampai saat ini belum ada tanda-tanda pasar terbesar di Kota Semarang tersebut selesai direnovasi. 

Anggota DPD RI Jawa Tengah Bambang Sadono yang mengawal pembangunan kembali pasar tradisional tersebut, merasa masih mempunyai hutang kepada para pedagang.

Ia mendatangi tempat relokasi yang terletak di sebelah utara MAJT, untuk mengetahui aspirasi dari pedagang mengenai belum selesainya pembangunan kembali Pasar Johar, Jumat (12/4). Mantan wakil Ketua DPRD Jateng itu mendengar, sudah banyak pedagang yang tidak berharap lagi kembali ke tempat yang lama.

Dari beberapa pedagang yang ditemuinya, berbagai macam aspirasi dan keluh kesah diterimanya. Ada yang ingin kembali ke lokasi lama, ada yang pasrah, ada pula yang kembali dengan syarat-syarat tertentu dan ada yang enggan kembali karena merasa lebih enak di tempat relokasi.

"Beberapa pedagang yang kami temui aspirasinya berbeda-beda, kami ke sini (relokasi Pasar Johar) untuk memastikan kembali kepada mereka bagaimana keinginannya. Ternyata seperti itu, banyak yang sudah pasrah," kata Bambang Sadono.

Dari beberapa yang ditemuinya, ada pedagang yang ingin kembali ke tempat semula karena di tempat lama lebih ramai. Ada pula yang pasrah, kalau diminta kembali ke tempat lama mereka mau dan kalau pun tidak juga tidak ada masalah.

Ada pedagang lain masih kata dia, yang berpendapat jika diminta kembali ke tempat lama tidak ada masalah. Tetapi pedagang itu meminta peraturan pembagian los tidak seperti di lokasi relokasi di mana banyak pedagang yang awalnya tidak memiliki los menjadi mempunyai los. Pedagang itu mengaku menyewa los karena los yang didapatkan tidak strategis.

Pedagang lainnya, justru ingin tetap bertahan di tempat relokasi karena merasa dagangannya lebih laku di tempat baru. Menurutnya masih kata Bambang Sadono, setiap orang yang datang ke relokasi Pasar Johar pasti bertujuan membeli sesuatu. Selain saat ini lebih nyaman dan tenang berjualan karena preman yang dulu ada di tempat lama kini sudah tidak ada lagi dan diberdayakan menjadi penjaga malam serta penjaga parkir.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Hendi: Pungut Biaya di Luar Ketentuan, Binasakan

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:53 WIB

Bupati Eisti'anah Apresiasi Donor Darah FKUB Demak

Senin, 6 Desember 2021 | 09:24 WIB
X