Indofood Dorong Minta Riset Bagi Mahasiswa

- Kamis, 11 April 2019 | 18:40 WIB
Caption Foto  Peserta dan pembicara sosialisasi program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2019-2020 berfoto bersama seusai acara di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Kamis (11/4). (Suaramerdeka.com /Cun Cahya)
Caption Foto Peserta dan pembicara sosialisasi program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2019-2020 berfoto bersama seusai acara di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Kamis (11/4). (Suaramerdeka.com /Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Indofood Sukses Makmur Tbk mendorong minat riset bagi mahasiswa S1 yang tengah menyelesaikan tugas akhir penelitian dari berbagai jurusan dengan memberikan program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2019-2020.

Program IRN ini disosialisasikan secara roadshow dan di wilayah Semarang dan Jawa Tengah dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (11/4).

Tim pakar Indofood Riset Nugraha, Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA mengatakan tahun ini mengangkat tema Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal untuk Peningkatan Kesehatan dan Prestasi Bangsa.

Nantinya proposal penelitian yang lolos tidak hanya didanai tetapi juga mendapatkan pendampingan serta coaching.

"bantuan riset diberikan untuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitan tugas akhir jenjang S1 dan biasanya saat penelitian mereka ada kesulitan dalam riset sehingga bisa terbantu," katanya.

Prof Budi menjelaskan program IRN juga sekaligus kaderisasi mempersiapkan peneliti muda di Indonesia.

"Penelitian S1 masih sebatas eksploitasi, identifikasi dan hasil riset belum diharapkan bisa menjadi manfaat di industri atau diperbanyak sehingga kami lebih banyak bagaimana memasilitasi dan kaderisasi di riset," jelasnya.

Salah satu tim pakar Indofood Riset Nugraha lainnya Prof Dr Ir Ambariyanto Msc menambahkan untuk tahun lalu jumlah proposal yang didanai ada 60 yang diseleksi dengan ketat.

GM Divisi Noodle Semarang PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Devi Permana menuturkan mulai tahun 1998 hingga sekarang program IRN, sudah ada 5 ribu proposal diajukan dan 750 proposal penelitian yang sudah didanai.

Dengan program IRN periode 2019-2020, Devi berharap mahasiswa di Semarang dan Jawa Tengah bisa mengirimkan proposal penelitian karena riset adalah salah satu instrumen penting untuk mengatasi permasalahan yang ada dan menghasilkan inovasi yang berguna bagi kehidupan.

"Yang banyak mengirim di wilayah timur dan di Semarang Jawa Tengah kurang sehingga sosialisasi kita adakan disini sehingga mahasiswa di Semarang dan Jawa Tengah banyak mengirimkan proposal," pungkasnya. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Pemkab Demak Dorong Pertumbuhan Kampung Ternak

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:12 WIB

Ini Penyebab Banjir di Kendal, 22 Pintu Air Rusak

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:51 WIB
X