Lemdik dan Ponpes Tahfidz Pertama Akan Dibangun 

- Senin, 8 April 2019 | 14:41 WIB
MUKERNAS MDTI: Peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ke-3 Majelis Dzikir Tasbih Indonesia (MDTI) menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pembukaan acara yang mereka hadiri di Jatirungo, Kabupaten Semarang, Minggu (7/4) kemarin. (Foto suaramerdeka.com/M Alfi Makhsun)
MUKERNAS MDTI: Peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ke-3 Majelis Dzikir Tasbih Indonesia (MDTI) menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pembukaan acara yang mereka hadiri di Jatirungo, Kabupaten Semarang, Minggu (7/4) kemarin. (Foto suaramerdeka.com/M Alfi Makhsun)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Majelis Dzikir Tasbih Indonesia (MDTI) berencana membangun Lembaga Pendidikan (Lemdik) dan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz pertama di Jatirunggo, Pringapus, Kabupaten Semarang mulai 2020 ini. Ditargetkan pengerjaannya selesai pada 2022 mendatang dan pada 2019 ini dilakukan persiapan pembangunan.

Ketua Umum MDTI, Dr H Abdul Wahib MAg mengatakan, rencana ini dibahas dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Silaturahim Nasional (Silatnas) MDTI yang juga digelar di Ndalem Kalitan, Jatirungo, Minggu (7/4) kemarin. Lokasi Lemdik dan Ponpes Tahfidz tersebut juga ada di Jatirungo.

Sekolah Islam terpadu dalam satu komplek, dikatakan menjadi konsep yang akan diusung di lahan seluar 5 hektare yang sudah dipersiapkan. Model pendidikan pesantren salafiyah modern juga dipersiapkan untuk institusi pendidikan yang rencana selesai digarap dalam waktu dua tahun tersebut. 

Lemdik dan Ponpes Tahfidz di Jatirungo itu nantinya akan menjadi pusat di Indonesia. Sebab MDTI dari provinsi lain nantinya juga akan membangun institusi yang sama di daerah. 

''Mukernas Ke-3 yang kami gelar ini bertujuan membahas masalah-masalah keorganisasian serta mensosialisasikan program kerja MDTI yang telah dirumuskan dan ditetapkan. Satu diantaranya yakni, menindaklanjuti recana pembangunan Lemdik dan Ponpes Tahfidz,'' kata Wahib.

Semakin membesarnya postur keorganisasian MDTI di seluruh lokus geografi, dikatakan Wahib, Mukernas tersebut merupakan forum organisasi yang hasilnya akan  menentukan perjalanan implementasi program dan anggaran. ''Sekaligus mempertajam arah kebijakan MDTI yang sejalan dari pusat sampai daerah,'' lanjutnya

Adapun Mukernas dan Silatnas MDTI ini diikuti oleh Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang MDTI di seluruh Indonesia. Mulai dari Aceh, Riau, Jambi, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Tangerang, Banten,Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, hingga Malaysia dan Singapura.  

''Majelis Dzikir Tasbih Indonesia juga telah didaftarkan secara resmi di Kementrian Hukum dan HAM sebagai yayasan sejak tahun 2010. Majelis ini merupakan salah satu wujud kepedulian anak bangsa dan yang ingin Indonesia yang damai, maju, dan religius,'' tandas Wahib.

Imam Besar dan Pengasuh Yayasan MDTI, KH Imroni Abdillah mengamini rencana pembangunan Lemdik dan Ponpes Tahfidz tersebut. Menurutnya, potensi sumber daya manusia yang ada di MDTI sangat memungkinan untuk membangun institusi pendidikan tersebut.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Parkir Tepi Jalan Akan Diberlakukan Elektronik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:44 WIB

Kauman Kampung Quran Jadi Jejak Syiar Peradaban Islam

Senin, 24 Januari 2022 | 07:45 WIB
X