Muslimat NU Siap Jaga NKRI

- Minggu, 31 Maret 2019 | 22:48 WIB
Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang Hj Muslimatin Djatmiko memotong tumpeng Hari Lahir (Harlah) Ke-73 Muslimat NU di aula rumah dinas Wali Kota Manyaran Semarang disaksikan Dr Hj Yuyun Affandy dari PW Muslimat Jateng, Asisten Adminsitrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra Dra Hj Ayu Entys MM mewakili Wali Kota dan Ketua PCNU KH Anashom. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang Hj Muslimatin Djatmiko memotong tumpeng Hari Lahir (Harlah) Ke-73 Muslimat NU di aula rumah dinas Wali Kota Manyaran Semarang disaksikan Dr Hj Yuyun Affandy dari PW Muslimat Jateng, Asisten Adminsitrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra Dra Hj Ayu Entys MM mewakili Wali Kota dan Ketua PCNU KH Anashom. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Peringatan Harlah Ke-73 Muslimat NU Kota Semarang, Minggu kemarin berlangsung meriah di aula Rumah Dinas Wali Kota, Manyaran, Semarang. Kemeriahan itu ditandai kehadiran ribuan ibu-ibu Muslimat yang berseragam hijau memadati ruangan hingga meluber sampai halaman gedung tersebut. Mereka yang hadir dari 16 kecamatan tersebut menggunakan mobil angkot dan kendaraan pribadi

Upacara diawali dengan khataman Alquran 30 juz oleh para ibu nyai dan santri, kemudian dilanjutkan pentas seni murid-murid PAUD dan TK Muslimat. Suasana gegap gempita terasa ketika tim paduan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars dan Hymne Muslimat serta Lagu Subbanul Wathon karya KHA Wahab Chasbulloh.

Mereka kemudian membacakan deklarasi menolak keras hoaks, berita bohong, fitnah dan ghibah.

Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kota Semarang, Hj Muslimatin Djatmiko, kemudian memotong tumpeng disaksikan Dr Hj Yuyun Affandy dari Pengurus Wilayah Muslimat NU Jateng, Asisten Adminsitrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra Dra Hj Ayu Entys MM mewakili Wali Kota dan Ketua PCNU KH Anashom. Mereka kemudian dengan khusyuk mendengarkan tausiah dari mubaligh kondang KH Amin Budi Hardjono yang sekaligus membawa serta atraksi tarian sufi.

Dilatarbelakangi Keprihatinan

Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kota Semarang, Hj Muslimatin Djatmiko, dalam sambutannya mengatakan, organisasi wanita yang berdiri 28 Maret 1946 tersebut atau setahun setelah Indonesia merdeka dilatarbelakangi keprihatinan para ibu-ibu nyai terutama dalam hal pendidikan dan kesejahteraan. ‘’Maka atas restu para kiai NU kemudian berdirilah Muslimat NU untuk memajukan dan mensejahterakan ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama,’’ katanya.

Dalam perjalanan waktu sekarang banyak tokoh Muslimat yang menjadi Bupati/Wali Kota, Gubernur bahkan Menteri.

‘’Hari ini kami siap bersama eksponen NU lainnya menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari pihak-pihak yang mencoba merongrong kedaulatan negara. Kami juga siap menjaga Kota Semarang supaya tetap aman damai dan kondusif,’’ tegasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam sambutan diwakili Asisten Adminsitrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Dra Hj Ayu Entys MM, menyampaikan terima kasih atas partisipasi ibu-ibu Muslimat NU dalam turut serta memajukan Kota Semarang menjadi Kota yang Hebat.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Kejari Bantu Pemkot Tagih Piutang Pajak

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:33 WIB

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Pemkab Demak Dorong Pertumbuhan Kampung Ternak

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:12 WIB

Ini Penyebab Banjir di Kendal, 22 Pintu Air Rusak

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:51 WIB
X