Vaksinasi Pelajar Mendesak, Komisi D Minta Digelar di Sekolah, Tekan Kerumunan

- Senin, 23 Agustus 2021 | 15:08 WIB
SURAT IZIN: Kepala SMP Negeri 4 Ungaran, Tri Widodo menunjukkan rekap bukti surat izin PTM terbatas yang ditandatangani orang tua siswa, Senin (23/8). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
SURAT IZIN: Kepala SMP Negeri 4 Ungaran, Tri Widodo menunjukkan rekap bukti surat izin PTM terbatas yang ditandatangani orang tua siswa, Senin (23/8). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

 UNGARAN, suaramerdeka.com - Komisi D DPRD Kabupaten Semarang mendesak pemerintah segera mengalokasikan kuota vaksin Covid-19 untuk pelajar usia 12 tahun ke atas.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Joko Sriyono usai mengecek pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 4 Ungaran, Senin (23/8).

Menurut dia mestinya, pelajar juga menjadi sasaran prioritas vaksinasi Covid-19 ketika PTM terbatas mulai diberlakukan setelah pemerintah menetapkan Kabupaten Semarang sebagai wilayah yang wajib memberlakukan PPKM level 3.

Baca Juga: Lord Adi Gagal jadi Jawara Masterchef Indonesia, Faktanya Masak Steak Cuma 20 Menit

“Anak 12 tahun ke atas untuk bisa divaksin semua, kami sudah rapat dengan Dinas Kesehatan. Tetapi tidak di puskesmas, nanti pelaksanaan vaksinasi pelajar di sekolah masing-masing. Sehingga tidak menjadikan kerumunan,” katanya.

Kemudian untuk tenaga pendidik yang belum divaksin karena mempunyai riwayat sakit bawaan, dirinya menyarankan untuk mengakses vaksin Covid-19 jenis Moderna.

Vaksin ini, lanjut Joko Sriyono, sudah ada stoknya di Bumi Serasi. Hanya saja, kuota vaksin jenis tersebut baru diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes).

Baca Juga: Ini Materi Konten Muhammad Kece yang Menistakan Agama Islam

“Itu sebagian bisa digunakan untuk tenaga pendidik yang komorbid,” ujarnya.

Selain anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, proses PTM terbatas di lokasi yang sama juga dipantau oleh Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo.

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan, seluruh sekolah baik jenjang SD hingga SMP kemarin serentak sudah menggelar PTM terbatas setelah 16 Agustus 2021 telah melaksanakan uji coba PTM.

“Kami tetap mengimbau agar pihak sekolah memperhatikan dan melaksanakan petunjuk teknis serta petunjuk pelaksanaan tentang PTM terbatas,” tegas Sukaton.

Ia pun menyebutkan, sudah mempertimbangkan beberapa aspek selain status PPKM level 3 yang ditetapkan pemerintah untuk Kabupaten Semarang. Di antaranya berpedoman pada Salinan SKB Empat Menteri Nomor 23425/A5/HK.01.04/2021 tertanggal 8 April 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan di Masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gelang Vaksin jadi Tanda Pengenal, Wali Kota: Tak Semua Paham Sertifikat Vaksin Online

Kemudian Instruksi Mendagri Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, serta Instruksi Bupati Semarang Nomor 23 Tahun 2021. Kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) PTM Nomor 421.3/1840/2021 tertanggal 19 Agustus 2021.

SE PTM tersebut sudah dikirimkan kepada Kepala TK/PAUD, SD Negeri maupun Swasta, dan Kepala SMP Negeri maupun Swasta di Kabupaten Semarang.

“Pertimbangannya sudah maksimal sekali, untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Ungaran saja tidak mungkin dilakukan di semua sekolah. Apalagi di 19 kecamatan, tentu sangat jauh dari harapan yang kita kendalikan,” bebernya.

Kepala SMP Negeri 4 Ungaran, Tri Widodo mengatakan, untuk mendukung pelaksanaan PTM terbatas dengan standar protokol kesehatan (prokes) ketat, pihaknya sudah menambah jumlah alat ukur suhu tubuh digital.

Kemudian menerapkan regulasi jalur khusus untuk cuci tangan sesuai prokes yang wajib dipatuhi seluruh siswa, tenaga pendidik, karyawan, maupun tamu yang masuk ke lingkungan sekolah.

“Setiap minggu kami evaluasi, terutama terkait prokes. Izin dari orang tua untuk PTM terbatas itu penting, karena keinginan belajar dari orang tua. Jadi tidak ada istilah sekolah yang memaksa, karena prinsipnya kita memfasilitasi siswa belajar di sekolah sesuai prokes ketat,” kata Tri Widodo.

Halaman:
1
2
3

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Misa Natal 2021, Seluruh Gereja Sudah Disterilkan

Jumat, 24 Desember 2021 | 20:00 WIB

170 Pesepeda Ikuti Heritage Tour de Java

Selasa, 21 Desember 2021 | 16:25 WIB
X