Vaksinasi Pelajar Mendesak, Komisi D Minta Digelar di Sekolah, Tekan Kerumunan

- Senin, 23 Agustus 2021 | 15:08 WIB
SURAT IZIN: Kepala SMP Negeri 4 Ungaran, Tri Widodo menunjukkan rekap bukti surat izin PTM terbatas yang ditandatangani orang tua siswa, Senin (23/8). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
SURAT IZIN: Kepala SMP Negeri 4 Ungaran, Tri Widodo menunjukkan rekap bukti surat izin PTM terbatas yang ditandatangani orang tua siswa, Senin (23/8). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

Selain anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, proses PTM terbatas di lokasi yang sama juga dipantau oleh Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo.

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan, seluruh sekolah baik jenjang SD hingga SMP kemarin serentak sudah menggelar PTM terbatas setelah 16 Agustus 2021 telah melaksanakan uji coba PTM.

“Kami tetap mengimbau agar pihak sekolah memperhatikan dan melaksanakan petunjuk teknis serta petunjuk pelaksanaan tentang PTM terbatas,” tegas Sukaton.

Ia pun menyebutkan, sudah mempertimbangkan beberapa aspek selain status PPKM level 3 yang ditetapkan pemerintah untuk Kabupaten Semarang. Di antaranya berpedoman pada Salinan SKB Empat Menteri Nomor 23425/A5/HK.01.04/2021 tertanggal 8 April 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan di Masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gelang Vaksin jadi Tanda Pengenal, Wali Kota: Tak Semua Paham Sertifikat Vaksin Online

Kemudian Instruksi Mendagri Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, serta Instruksi Bupati Semarang Nomor 23 Tahun 2021. Kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) PTM Nomor 421.3/1840/2021 tertanggal 19 Agustus 2021.

SE PTM tersebut sudah dikirimkan kepada Kepala TK/PAUD, SD Negeri maupun Swasta, dan Kepala SMP Negeri maupun Swasta di Kabupaten Semarang.

“Pertimbangannya sudah maksimal sekali, untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Ungaran saja tidak mungkin dilakukan di semua sekolah. Apalagi di 19 kecamatan, tentu sangat jauh dari harapan yang kita kendalikan,” bebernya.

Kepala SMP Negeri 4 Ungaran, Tri Widodo mengatakan, untuk mendukung pelaksanaan PTM terbatas dengan standar protokol kesehatan (prokes) ketat, pihaknya sudah menambah jumlah alat ukur suhu tubuh digital.

Kemudian menerapkan regulasi jalur khusus untuk cuci tangan sesuai prokes yang wajib dipatuhi seluruh siswa, tenaga pendidik, karyawan, maupun tamu yang masuk ke lingkungan sekolah.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aktivitas Gempa Swarm Kembali Guncang Ambarawa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:34 WIB

BPN Serahkan 645 Sertifikat Aset Pemkab Semarang

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Misa Natal 2021, Seluruh Gereja Sudah Disterilkan

Jumat, 24 Desember 2021 | 20:00 WIB

170 Pesepeda Ikuti Heritage Tour de Java

Selasa, 21 Desember 2021 | 16:25 WIB
X