BRT Trans Semarang Resmi Isi BBG di SPBG Pertamina Kaligawe

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 20:29 WIB
Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi
Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Subholding Gas PT PGN Tbk, Pertamina secara resmi mengoperasikan SPBG Kaligawe, Semarang yang berkapasitas 1 MMSCFD atau setara dengan 30.000 liter premium per hari (lsp), Jumat, 20 Agustus 2021.

Dirjen Migas ESDM Tutuka Ariadji mengatakan pengoperasian SPBG Kaligawe akan memudahkan pengisian bahan bakar gas (BBG) untuk BRT Trans Semarang. Selain ekonomis, BBG juga mendorong terwujudnya udara bersih.

Tutuka menuturkan penghematan penggunaan BBG ini bisa mencapai sekitar 13% dengan asumsi kebutuhan solar untuk satu unit bus sekitar 50 liter per hari dengan harga Rp 5.150 per liter. Jika menggunakan BBG biaya per lsp seharga Rp 4.500.

Baca Juga: Disdikbudpora: Sarpras untuk Belajar Tatap Muka Sangat Terpenuhi

“Dengan konversi BBM ke BBG akan didapatkan emisi kendaraan lebih rendah sehingga menjadi lebih ramah lingkungan. Beroperasinya SPBG Kaligawe dapat mendorong masyarakat Semarang menggunakan BBG yang ramah lingkungan dan ekonomis. Untuk itu, semoga Pertamina Grup dapat merealisasikan rencana untuk mempeluas pemanfaatan SPBG Kaligawe secara berkelanjutan,” katanya.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Iman Rachman menjelaskan bahwa SPBG Kaligawe direncanakan akan menyuplai 200 bus Trans Semarang berbahan bakar gas milik Pemerintah Kota Semarang.

Rata-rata pemakaian gas untuk 200 unit bus sekitar 8.400 lsp. Dari pemanfaatan SPBG Kaligawe yang berkapasitas 30.000 lsp, masih ada sekitar 21.600 lsp yang bisa dipakai untuk 500 – 600 kendaraan lain.

Baca Juga: CTC Purwokerto, Jadi Pilot Project Pusat Kendali Jarak Jauh Operasional Stasiun

“Diharapkan SPBG Kaligawe ini menjadi salah satu titik suplai penyediaan bahan bakar gas di wilayah Jawa Tengah dan pada akhirnya dapat mendorong bisnis gas secara keseluruhan di wilayah tersebut. Nantinya fasilitas ini juga dapat dioptimalkan untuk layanan Compressed Natural Gas (CNG) sektor komersial sebagai salah satu upaya substitusi LPG secara bertahap,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama PGN, Haryo Yunianto menambahkan, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina akan melakukan penambahan titik suplai bahan bakar gas khususnya sektor transportasi di tempat lain, sehingga dapat semakin mempermudah akses masyarakat.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Praktik Perjudian di Tiga Lokasi di Jateng Dibongkar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 03:49 WIB

Hendi Dukung Desa Kekebalan Komunal AKABRI 1999

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:25 WIB
X