Energi Lebih Ramah Lingkungan, 235 Trans Semarang Maksimalkan Bahan Bakar Gas

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 20:40 WIB
Bus Trans Semarang disuplai bahan bakar gas di SPBG Trimulyo. (SM/Dok)
Bus Trans Semarang disuplai bahan bakar gas di SPBG Trimulyo. (SM/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 235 bus Trans Semarang memaksimalkan penggunaan bahan bakar gas (BBG) yang disebut lebih ramah lingkungan.

Terlebih diresmikannya stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Jalan Raya Pantura, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (20/8).

"Jumlah armada tersebut termasuk feeder serta dua mobil sarana-prasarana (sarpras). Itu sudah menggunakan teknologi hybrid yakni menggunakan bahan bakar gas dan solar," jelas pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum UPTD Trans Semarang, Hendrix Setiawan.

Baca Juga: Pijit Mudah dari Aplikasi, Demi Efek yang Tergenggam Berarti

Dia menjelaskan, kebutuhan sehari armada sekitar 8.500 liter setara premium (lsp). Kami harap ada tambahan lagi SPBG, karena kami memiliki beberapa garasi dan koridor," lanjutnya.

Dengan teknologi hybrid, armada menggunakan perbandingan 60 persen solar dan 40 persen gas. Namun tidak memungkiri perubahan perbandingan lain yang bisa disesuaukan.

Penggunaan gas, disebut cukup bisa mengurangi asap dari sisa pembakaran solar. Di mana sering terlihat pada knalpot bus yang terlihat hitam.

"Pakai gas juga lebih murah. Bisa menekan biaya operasional dengan selisih Rp 1.500 per liter untuk satu armada," katanya.

Baca Juga: Yuk! Pahami Isyarat Pesepeda, Biar Sama-Sama Nyaman di Jalan

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Semarang, Iswar Aminuddin menambahkan, penggunaan BBG menghemat pengeluaran sampai 15 persen.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Ziarah Edukasi, Siswa Observasi Taman Makam Pahlawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Hendi Minta FKPPI Kawal Persatuan NKRI

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:55 WIB
X