Atasi Likuifaksi di Tanjung Emas, Perlu Ada Sinergitas Antar Kementerian

- Rabu, 20 Maret 2019 | 15:15 WIB
Bambang Haryo, berada di konter Check In di terminal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (suaramerdeka.com)
Bambang Haryo, berada di konter Check In di terminal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (suaramerdeka.com)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Negara dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan diminta hadir untuk ikut bersinergi menyelesaikan persoalan likuifaksi (pergerakan tanah pemicu rob) yang masih menjadi ancaman serius di kawasan Semarang utara khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, dimana permukaan tanahnya terus menurun terutama jika terbebani di atasnya. 

Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi V DPR-RI, mengatakan hal itu ketika melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang Rabu (19/3).

"Kementerian Perhubungan harus menyampaikan ke Kementerian PU untuk membahas perlunya riset dan teknologi. Maka butuh satu penelitian saksama dna bersama mumpung waktunya masih banyak. Karena sangat tidak mungkin PT Pelindo bekerja menyeselaikan persoalan ini sendiri karena anggarannya minim," kata Bambang Haryo.

Menurut Bambang masih perlu adanya peninggian bangunan kepelabuhanan yang membutuhkan biaya sekitar Rp300 miliar.

"Jika litbang atau riset dilakukan dengan baik dan penanganan robnya terkoordinasi, maka terminal pelabuhan ini bisa digunakan sampai beberapa waktu lama," demikian Bambang Haryo.

Dalam kesempatan itu ia juga meninjau berbagai fasilitas terminal penumpang di antaranya ruang check in, ruang kesehatan, ruang boarding dan dermaga. Tak cukup dengan itu, politisi Partai Gerindra itu juga menyambangi para calon penumpang kapal dan mengantarnya sampai ke dermaga. Usai dari pelahuhan, wakil rakyat ini juga memantau fasilitas di Stasiun Semarang Tawang.

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

X