Alste Tanam Mangrove di Desa Mangunharjo Mangkang

- Senin, 18 Maret 2019 | 07:30 WIB
TANAM MANGROVE: Karyawan  BUMN Perum Perumnas dan Alste 85 dibantu warga setempat menanam mangrove. (suaramerdeka.com / Sutomo)
TANAM MANGROVE: Karyawan BUMN Perum Perumnas dan Alste 85 dibantu warga setempat menanam mangrove. (suaramerdeka.com / Sutomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Alumni SMA Negeri 3 Semarang (Alste) kembali menggelar aksi sosial penanaman mangrove di Desa Mangunharjo Mangkang Semarang, Minggu (17/3). Penanaman dilakukan oleh  puluhan alumni SMA 3 bekerja sama dengan  Perum Perumnas yang dikemas dalam acara "BUMN Hadir untuk Negeri" Ini merupakan bentuk kepedulian Alste untuk mencegah kerusakan lingkungan di Pantai Mangunharjo Semarang.

"Penanaman mangrove untuk membantu kelestarian di lingkungan sekitar. Dengan adanya tanaman pelindung, diharapkan gelombang air laut dapat dipecah saat melewati hutan mangrove, dalam artian masuknya air asin ke dalam pori-pori tanah atau daratan dapat diperkecil sehingga tidak terjadi kelangkaan air tawar di kawasan pantai," kata Ketua Alste 85 Semarang Fajar Ariadi.

Di tempat yang sama GM Perum Perumas Regional V Langgeng Sugiharjo memaparkan, pentingnya keberadaan mangrove  perlu sekali diadakan prinsip perlingungan, pembelajaran, serta pemanfaatan pada area hutan mangrove. Semua itu memerlukan kerja sama dari semua pihak baik masyarakat dan pemerintah agar kawasan hutan mangrove tidak rusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.  

"Mangrove  menjadi salah satu tempat untuk berkembang biak banyak hewan seperti burung, juga  berfungsi menjadi tempat pembibitan hewan, terutama ikan. Kondisi air yang baik merupakan salah satu alasan mengapa kawasan hutan mangrove sangat baik untuk dijadikan penghasil bibit hewan yang baik," lanjutnya.

"Penanaman mangrove sebagai  triger bagi masyarakat untuk  lebih meningkatkan akan pemanfaatan lahan  dan menjaga kelestarian hutan mangrove dikawasan sekitar. Banyak masyarakat yang sudah memanfaatkan buah mangrove untuk dibuat kopi. Ini sebagai salah satu contoh pentingnya mangrove yang bisa dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat. Selain itu juga bisa digunakan sebagai bahan pewarna batik alami" imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Rini Isrofiyah selaku manager PKBL Perum Perumnas menambahkan hutan mangrove juga mempunyai sisi ekonomis yang sangat baik untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar hutan. "Ini merupakan salah satu tanggungjawab Perumnas dalam program kemitraan bina lingkungan. Bagi kami, ini amanah yang harus dilakukan oleh BUMN dalam membina lingkungan masing-masing," imbuh wanita cantik ini sambil mengusap peluh, usai ikut turun ke pantai menanam mangrove.

"Indonesia merupakan negara dengan area hutan mangrove terbesar di dunia, sehingga hal ini cukup menguntungkan bagi para pelajar dan para peneliti yang akan meneliti lingkungan hutan mangrove. Beberapa tahun ke depan Keunikan dan keberagaman yang ada di hutan mangrove Mangunharjo dapat dijadikan sarana untuk edukasi maupun rekreasi bagi masyarakat," harapnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB
X