Harga Jauh Lebih Mahal, Ketua DPD Gerindra Jateng: Program E-Warong Seperti Proyek Bancakan Segelintir Oknum

- Senin, 16 Agustus 2021 | 18:55 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid
Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid meminta agar Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengevaluasi program E-Warong yang di design menyediakan bahan kebutuhan pokok bagi para penerima bantuan sosial.

Pasalnya, kata dia, program tersebut pada kenyataannya justru tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat penerima bansos.

Baca Juga: Situasi Setelah Indonesia Merdeka belum Aman, Ibukota RI Pindah ke Yogyakarta

"Harga sembako di aplikasi itu jauh dari kata murah. Jelas ini memberatkan para penerima bansos," ungkap Politikus Partai Gerindra, Senin 16 Agustus 2021.

Padahal, lanjut Wachid begitu ia disapa, dengan adanya program tersebut diharapkan bisa meringankan beban para penerima bansos.

Baca Juga: Aku Sedulurmu, Bantuan Pendidikan Bagi Yatim Piatu Korban Covid-19

"Kenyataannya justru para penerima bansos mengeluhkan dengan harga-harga sembako yang ada di E-Warong itu. Harga sembako di E-Warong jauh lebih mahal ketimbang harga di warung eceran," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu.

Wachid menduga, mahalnya harga sembako di aplikasi tersebut karena tidak adanya sistem kontrol yang memadai dari Kemensos.

"Gak ada kontrol yang jelas. Pada akhirnya program E-Warong seperti proyek bancakan segelintir oknum pemangku kebijakan. Bayangkan misalnya selisih harga di E-Warong dengan di warung biasa itu cukup besar. Lalu sisa saldo para penerima bansos juga mengendap dan gak jelas kemana larinya," tandas eks Kapoksi Komisi VI Fraksi Gerindra itu.

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Sungai Jebol, Mangkang Wetan Dilanda Banjir

Senin, 17 Januari 2022 | 19:20 WIB

BSI-DMI Siapkan Entrepreneur Berbasis Masjid

Jumat, 14 Januari 2022 | 03:42 WIB

Hotel Dafam Pekalongan Kunjungan di Suara Merdeka

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:58 WIB
X