Gerakan Ayo Jajan Jadi Angin Segar Bagi Pedagang Kecil, Bupati Grobogan Borong Dagangan

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 23:17 WIB
Pemkab Grobogan mengajak mengajak para ASN, pegawai BUMN/BUMD, menggalakkan Gerakan Ayo Jajan dengan cara berbelanja di pedagang kaki lima, pedagang kecil, toko-toko kecil terdekat, warung makan dan sejenisnya. (SM/Humas Pemkab)
Pemkab Grobogan mengajak mengajak para ASN, pegawai BUMN/BUMD, menggalakkan Gerakan Ayo Jajan dengan cara berbelanja di pedagang kaki lima, pedagang kecil, toko-toko kecil terdekat, warung makan dan sejenisnya. (SM/Humas Pemkab)

GROBOGAN, suaramerdeka.com - Pemkab Grobogan menggalakkan Gerakan Ayo Jajan yang bertujuan untuk menggerakkan perekonomian lokal seiring datangnya pandemi Covid-19.

Gerakan ini menjadi angin segar bagi para pedagang kecil yang paling terdampak di masa pandemi.

Gerakan ini diawali dengan aksi belanja yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni di Pasar Nglejok, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Jumat (13/8).

Baca Juga: Jerinx Percaya Covid-19 Itu Ada: Soal Endorse Itu Hanya Informasi Penyeimbang

Sri Sumarni langsung memborong dagangan sejumlah pedagang di pasar tradisional. Orang nomor satu di Kabupaten Grobogan itu membeli dagangan para pedagang pasar mulai dari sayuran, buah, makanan dan minuman tradisional.

Tak hanya ke Pasar Nglejok, Sri Sumarni juga menyempatkan diri untuk mencicipi aneka makanan di Pusat Kuliner Jalan Katamso Purwodadi.

Selain Sri Sumarni, aksi serupa juga dilakukan Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto di beberapa pasar tradisional lainnya di kawasan kota Purwodadi.

Aksi gerakan ini membuat para pedagang seperti mendapatkan angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi. Para pedagang senang dengan gerakan ini.

Baca Juga: Meriahkan HUT Ke-76 RI, Warga Filipina Antusias Ikuti Lomba Mendongeng dan Menyanyi Lagu Indonesia

"Saya mengajak para ASN, pegawai BUMN/BUMD, untuk berbelanja di pedagang kaki lima, pedagang kecil, toko-toko kecil terdekat, warung makan dan sejenisnya," ujar Bupati Grobogan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengungkapkan, Gerakan Ayo Jajan ini menjadi salah satu cara Pemkab Grobogan untuk membangkitkan kembali perekonomian lokal, khususnya para pedagang kecil.

Semenjak pandemi Covid-19 mewabah tahun 2009 lalu, masyarakat kecil menjadi yang paling terdampak.

"Maksud dan tujuan gerakan ini adalah untuk mengurangi beban ekonomi pedagang kecil. Seperti diketahui, adanya pandemi menyebabkan dampak menurunnya omzet para pedagang kecil ini. Terutama saat adanya PPKM. Oleh sebab itu, mereka harus dibantu," katanya.

Baca Juga: OPD Pemkot Semarang Gotong-Royong Bantu Kehidupan Anak yang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

Sri Sumarni menyebutkan, Gerakan Ayo Jajan tersebut akan terus dilalukan hingga masa PPKM berakhir.

Oleh karena itu, Sri meminta semua kepala OPD agar memerintahkan semua ASN/pegawai agar memberikan contoh dan menyukseskan gerakan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari supaya terhindar dari penularan Covid-19. Sebab, sampai saat ini, pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Masyarakat kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Laksanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," katanya. 

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Muslimat dan Fatayat Dilatih Pemulasaraan Jenazah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:25 WIB

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X