OPD Pemkot Semarang Gotong-Royong Bantu Kehidupan Anak yang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 23:13 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gagasan Wali kota Semarang Hendrar Prihadi untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 memperoleh banyak dukungan. 

Sejumlah pihak mulai dari pengusaha, filantropis hingga jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang pun turut bergotong-royong memberikan santunan dan bantuan bagi anak-anak tersebut. 

Setelah melalui pendataan dan verifikasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang, tercatat 407 anak membutuhkan perhatian karena kehilangan orang tuanya akibat Covid-19.

Baca Juga: Jerinx Percaya Covid-19 Itu Ada: Soal Endorse Itu Hanya Informasi Penyeimbang

“Mulanya Pak Wali yang memberikan contoh untuk menginisiasi dalam skema orang tua asuh bersama Ibu Tia. Lalu diikuti Pak Sekda dan OPD lain untuk kemudian turut membantu anak kurang beruntung tersebut,” terang M Khadik, Kepala DP3A Kota Semarang saat dimintai keterangan. 

Dari total 407 anak tersebut, sebanyak 207 anak memperoleh santunan secara gotong-royong dari Wali kota, Sekda, 8 OPD dan BUMD PDAM Tirta Moedal. Sedangkan 200 sisanya, Hendi sapaan akrab wali kota menggandeng sejumlah pengusaha untuk turut membantu.

Skema gotong-royong jajaran OPD tersebut terbagi dalam 15 kelompok, di mana satu OPD dapat menjadi orang tua asuh yang memberikan santunan bagi 13-15 anak. 

“Meski terbagi dalam kelompok, semua anak yatim, piatu maupun yatim piatu memperoleh jumlah yang sama berupa santunan 500 ribu rupiah dan sembako,” papar Khadik lebih lanjut.

Baca Juga: PT KAI Di Tengah Pandemi; Bukan Kelir yang Getir, Tapi Livery yang Berseri

“Usia mereka bervariasi mulai dari 0-18 tahun. Ada pula bayi baru lahir atau berumur 1 bulan namun telah ditinggalkan orang tuanya kemudian diasuh oleh nenek, atau paman dan bibinya,” ungkap Khadik. 

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X