1,2 Juta Peserta JKN-KIS dengan Penyakit Kronis Belum Tervaksin

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 17:14 WIB
TINJAUAN : Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau langsung sentra vaksinasi di Kantor Kecamatan Mijen, Jumat (13/8). (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
TINJAUAN : Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau langsung sentra vaksinasi di Kantor Kecamatan Mijen, Jumat (13/8). (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - BPJS Kesehatan berusaha memastikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berbasis aplikasi P-Care berlangsung maksimal dan lancar. Dalam upayanya tersebut, BPJS Kesehatan bersinergi dengan Disdukpencapil, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika, terkait akses penggunaan data kependudukan.

Berdasarkan data pemetaan di kabupaten/kota di Jawa Tengah, diketahui ada 1,5 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB). Sebanyak 1,2 juta di antara peserta JKN-KIS Prolanis dan PRB tersebut, tercatat belum tervaksin.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan, dr Lily Kresnowati, mengatakan, pada saat ini tengah dilangsungkan sentra vaksinasi di Kota Semarang. Pusat kegiatan di tiga titik yakni Kantor Kecamatan Mijen, Puskesmas Gunungpati, dan Klinik Pratama Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Baca Juga: Program Vaksinasi Akhirnya Masuk Desa Pakis

Pihaknya turut serta dalam sentra vaksniasi, untuk membantu pemerintah dalam mendapatkan sasaran kelompok komorbid. Mengingat masyarakat dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid) tergolong kelompok rentan terinfeksi Covid-19. Ini sekaligus sejalan dengan Surat Edaran Kemenkes nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda. Bahwa keamanan dan manfaat vaksin yang diberikan jauh lebih tinggi, daripada resikonya.

''Kami mendukung penuh program pemerintah, khususnya dalam upaya percepatan target pencapaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Sekaligus sebagai upaya optimalisasi program promotif dan preventif. Selain itu, kami memiliki sumber data dalam penyusunan target masyarakat yang akan menerima vaksin Covid-19.

BPJS Kesehatan juga menyiapkan sistem informasi pencatatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Meliputi registrasi, screening, hingga dokumentasi pelaporan melalui aplikasi P-Care Vaksinasi. Kami berharap, ini dapat mempercepat proses vaksinasi,'' ujar dia, disela-sela peninjauan langsung sentra vaksinasi di Kantor Kecamatan Mijen, Jumat (13/8).

Baca Juga: 5 Juta Dosis Sinovac Masuk Indonesia, Upaya Pemerintah Percepat Vaksinasi

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB
X