Masa Tunggu Haji di Jateng 23 Tahun

- Selasa, 29 Januari 2019 | 18:48 WIB
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jateng, H Harsono, didampingi Wakil Ketua, Muchtar Hadi, Nur Fauzan Ahmad dan Sekretaris Prof Dr H Imam Taufiq MAg memberikan pengarahan peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di auditorium Kampus I UIN Walisongo, Jalan Walisongo Semarang.(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jateng, H Harsono, didampingi Wakil Ketua, Muchtar Hadi, Nur Fauzan Ahmad dan Sekretaris Prof Dr H Imam Taufiq MAg memberikan pengarahan peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di auditorium Kampus I UIN Walisongo, Jalan Walisongo Semarang.(suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Masa tunggu haji atau waiting list di Provinsi Jateng saat ini 23 tahun. ''Artinya apabila bapak ibu mendaftar haji hari ini dengan membayar BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) dan semua persyaratannya, maka baru 23 tahun yang akan datang bisa berangkat,'' kata Plt Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Jateng, Mohammad Arifin, Selasa (29/1).

tiket pesawat

Dia mengatakan hal itu dalam upacara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jateng di auditorium Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Selasa (29/1).

Sekretaris PW IPHI Jateng, Prof Dr H Imam Taufiq MAg menjelaskan, Rakerwil diikuti pengurus daerah se-Jateng bertujuan konsolidasi organisasi, silaturahmi, penguatan program unggulan, evaluasi kartu tanda anggota (KTA) dan sosialisasi pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik hai dan umrah.

Ketua IPHI Jateng, H Harsono, dalam pidato upacara pembukaan mengatakan, organisasi yang dipimpinnya bertugas bersama-sama komponen masyarakat yang lain menjaga kemabruran haji sepanjang hayat sebagaimana moto IPHI.

''Kami berusaha menyukseskan program sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah dengan cara mengajak pengurus IPHI Jateng dan pengurus daerah IPHI se-Jateng untuk mengikuti program sertifikasi tersebut,'' katanya.

Karena itu dalam bulan April mendatang, kata Harsono, IPHI bekerja sama dengan UIN Walisongo akan menggelar sertifikasi pembimbing manasik tersebut. ''Tidak hanya pengurus IPHI yang boleh mendaftar. Masyarakat umum yang ingin mempunyai sertifikat pembimbing manasik haji dan umrah silakan ikut,'' katanya.

''Program ini digulirkan untuk memastikan para petugas pembimbing jemaah haji Indonesia sudah memenuhi kualifikasi yang ditentukan,'' katanya.

672.466 Pendaftar

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X