1.600 Hunian Baru Warga Korban Gempa Lombok Telah Dibangun

- Kamis, 15 November 2018 | 22:54 WIB
Ribuan hunian terintegrasi telah membantu memulihkan kehidupan warga Lombok pasca bencana gempa bumi yang terjadi tiga bulan lalu. (suaramerdeka.com/dok)
Ribuan hunian terintegrasi telah membantu memulihkan kehidupan warga Lombok pasca bencana gempa bumi yang terjadi tiga bulan lalu. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 1.600 hunian baru bagi warga korban gempa Lombok telah dibangun. Hunian nyaman terintegrasi atau Integrated Community Shelter (ICS) itu berangsur memulihkan kehidupan masyarakat.

“Program kemanusiaan ini masih terus berlanjut hingga mewujudkan masyarakat yang berdaya. Beberapa program yang sudah berkontribusi itu di antaranya Warung Wakaf, ACT Humanity Store, ICS, hingga pembangunan fasilitas umum,” kata Branch Manager Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jateng, Sri Suroto, kepada suaramerdeka.com, Rabu (14/11).

Sementara itu Koordinator ICS, Pendi Fathurrahman menjelaskan, warga mulai beraktivitas untuk menumbuhkan kembali perekonomian. Warga mulai bekera dari menggarap sawah, bekerja ke kantor, dan mengajar. Namun masih ada yang membersihkan puing-puing reruntuhan rumahnya.

“Yang sudah memiliki uang, mereka mulai membangun rumah mereka. Nah yang belum, masih tinggal di ICS. di ICS warga hanya gunakan sebagai tempat istirahat saja. Tak terlalu banyak aktivitas di siang hari. Hal ini mengingat sebagian besar dari mereka sudah mulai bekerja,” terangnya.

Menurut Pendi, hal tersebut sangat baik. Warga yang tinggal di ICS tidak merasa pasrah dengan keadaan, namun bergerak melakukan rutinitas seperti sediakala. Hal ini akan lebih membantu warga melupakan trauma atas bencana yang mereka alami hampir tiga bulan silam.

Ada pun, Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengatakan, jumlah hunian yang dibangun masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Warga masih diupayakan agar memperolah hunian.

“Pembangunan ICS melibatkan partisipasi warga dengan bahan bangunan yang telah disediakan. Selebihnya, warga sendiri yang membangun rumah menurut desain dan ketersediaan bahan yang ada. Sebagian besar bahan bangunan dalam bentuk kayu sebagai rangka rumah,” jelasnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan rasa kemanusiaan. Membahu membangun Lombok sesuai keahlian masing-masing. Karena siapapun dapat berperan dalam kemanusiaan.
 

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Nyali Besar, Panjat Tower 30 Meter Tanpa Gemetar

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:14 WIB

Pemkab Demak Dorong Pertumbuhan Kampung Ternak

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:12 WIB

Ini Penyebab Banjir di Kendal, 22 Pintu Air Rusak

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:51 WIB
X