Bangun Ketahanan Pangan, Mahasiswa UPGRIS Galakkan Program Pertanian Urban

- Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:27 WIB
Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum meninjau stan pada acara Ekspo KKN yang diselenggarakan perguruan tinggi tersebut di kantor Kecamatan Semarang Timur, Sabtu 4 Februari 2023. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum meninjau stan pada acara Ekspo KKN yang diselenggarakan perguruan tinggi tersebut di kantor Kecamatan Semarang Timur, Sabtu 4 Februari 2023. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Program pertanian urban (Urban Farming) kembali digalakkan untuk membangun ketahanan pangan. Isitlah pertanian urban merupakan pemanfaatan ruang terbuka menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian.

Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) misalnya, menjadikan pertanian urban sebagai program utama selama pengabdian. Program tersebut bahkan sudah digiatkan sejak awal Pandemi Covid-19.

"Semua program sudah dirancang mahasiswa dengan baik. Urban Farming ini penting untuk membangun ketahanan pangan. Bahkan sudah kami jalankan sebagai program KKN sejak awal pandemi," kata Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum saat menghadiri Ekspo KKN di kantor Kecamatan Semarang Timur, Sabtu 4 Februari 2023.

Baca Juga: Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Ia mengungkapkan, melalui program pertanian urban tersebut, mencatatkan UPGRIS sebagai kampus yang menerjunkan peserta KKN tematik terbanyak. Kala itu, pihaknya menerjunkan seribu lebih mahasiswa pada program yang diselenggarakan oleh kementrian.

"Melalui Urban Farming ini, masyarakat diharapkan tergerak menanam sayuran di lingkungannya masing-masing. Pada sisi lain, program ini bermanfaat untuk membantu meningkatkan gizi keluarga," ujarnya.

Pada pelaksanan KKN tahun ini, UPGRIS menerjunkan 1.731 mahasiswa. Mereka melaksanakan pengabdian di masyarakat selama sebulan hingga 17 Februari 2023 mendatang.

Baca Juga: Mahasiswa Calon Guru Dituntut Observasi Pembelajaran, UPGRIS Terjunkan 902 Peserta PLP

"Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami dan mengidentifikasi berbagai persoalan, namun juga berupaya untuk menguraikan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di masyarakat," ujarnya.

Rektor mencontohkan pada program pendidikan, mahasiswa bisa memberikan literasi terkait digitalisasi maupun hal lain. Sedang pada bidang lain, mahasiswa berpeluang memberikan kontribusi terkait potensi pariwisata di setiap wilayah.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS, Aris Ulumudin MPd menyebut, tema yang diangkat pada pelaksanaan KKN kali ini Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi Digital dalam Impelementasi Merdeka Belajar Kampus Medeka (MBKM).

Baca Juga: UPGRIS Bantu Gerakan Urban Farming di Kelurahan Muktiharjo Kidul

Para mahasiswa KKN ditempatkan di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah, antata lain Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Jepara, Kendal dan Kabupaten Batang.

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X