Meningkat, Dana Riset 2019 Sebesar Rp 1,7 Triliun

- Minggu, 7 Oktober 2018 | 11:57 WIB
PAPARKAN MATERI: Narasumber seminar internasional Prof Dr Ocky Karna Radjasa MSc memaparkan materi dalam seminar internasional di Hotel Harris Semarang. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
PAPARKAN MATERI: Narasumber seminar internasional Prof Dr Ocky Karna Radjasa MSc memaparkan materi dalam seminar internasional di Hotel Harris Semarang. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Prof Dr Ocky Karna Radjasa MSc membawa kabar gembira dalam seminar internasional The 1st International Conference on Education and Social Science Research di Hotel Harris Semarang. Ocky yang membuka seminar itu menegaskan, dana riset tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi Rp 1,7 triliun, dibandingkan tahun 2018 Rp 1,4 triliun. 

''Tahun depan (2019- ) dana riset meningkat jadi Rp 1,7 triliun, ini termasuk manajemen, peningkatan kapasitas, latihan penulisan, serta bedah proposal,'' kata Ocky disela-sela seminar internasional yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (Upgris) dan diikuti ratusan peserta dan 90 pemakalah. Riset ini telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 38/ 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017- 20145. 

Adapun, dokumen pelaksanaan RIRN ini disusun dalam jangka waktu lima tahun yang kemudian disebut prioritas riset nasional. Menurut Ocky, pada 2017 hingga 2019 telah ditetapkan 10 bidang yang menjadi fokus program prioritas penelitian, di antaranya pangan dan pertanian, kesehatan dan obat-obatan, transportasi, energi terbarukan, maritim, seni dan budaya, serta pendidikan. Mengenai artikel ilmiah, ini kali pertama Upgris menjadi tuan rumah untuk mengindeks artikel. 

Dampaknya kemudian adalah jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan akan meningkat. ''Akan bisa dilihat dalam kurun waktu enam bulan, nama penulis artikel ilmiah akan muncul di dunia maya,'' ungkapnya. Di sisi lain, adanya revolusi industri 4.0 harus diantisipasi, tenaga pendidik atau dosen harus mampu meningkatkan kapasitas siswa maupun mahasiswa agar bisa bersaing diera ke depannya. 

Selain Ocky, seminar menghadirkan pembicara lain, yakni Dr Leonard Tijing dari University of Technology Sydney, Australia, Prof Harumi Sato asal Kobe University, Jepang, Prof Ritthikorn Siriprasertchok dari Burapha University, Thailand, dan Dr Nor Fadila Amin dari University of Technology Malaysia. Ketua Panitia Seminar Dr Achmad Buchori mengatakan, pelaksanaan seminar internasional di Hotel Harris itu menjadi yang pertama. 

''Kami dari LPPM Upgris, tahun 2018 ini masih akan menyelenggarakan satu seminar internasional lagi,'' jelasnya. 

Seminar ini untuk mewadahi dosen Upgris dan universitas lain dalam upaya publikasi artikel ilmiahnya. 

Editor: Maya

Tags

Terkini

34 Pohon di Semarang Tumbang Akibat Cuaca Buruk

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Langgar Jam Operional, Enam Tempat Karaoke Disegel

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:17 WIB

Pemkab Demak Apresiasi Akreditasi 502 TPQ

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:36 WIB

Bupati Kendal Rotasi 10 Kepala OPD

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:34 WIB

Ziarah Edukasi, Siswa Observasi Taman Makam Pahlawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:01 WIB
X