Kendal Jadi Pilot Project Hunian Murah Bagi MBR

- Kamis, 27 September 2018 | 20:06 WIB
Sejumlah pejabat terkait menuangkan semen peletakkan batu pertama pembangunan rumah hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
Sejumlah pejabat terkait menuangkan semen peletakkan batu pertama pembangunan rumah hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Kabupaten Kendal menjadi pilot project pembangunan hunian murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pembangunan hunian murah itu dilakukan di Perumahan Curugsewu Asri, Desa Curugsewu, Kecamatan Patean, Kendal.

Peletakkan batu pertama dilaksanakan Kamis (27/9). Pembangunan hunian murah itu merupakan hasil kerja sama Bank Tabungan Negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Pemkab Kendal.

Dirut Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono mengatakan, pembangunan hunian murah itu merupakan keterpaduan stakeholder dalam penyediaan perumahan dan lingkungan hunian yang layak dan terjangkau. Menurutnya di Indonesia sekitar 11,4 juta warga belum memiliki rumah, dimana sebesar 60 persen merupakan MBR dengan penghasilan yang tidak tetap.

‘’Kami ingin membangun satu juta hunian bagi MBR. Kami bekerjasama dengan akademisi. Undip banyak memberikan gagasan baru, termasuk munculnya KPR untuk MBR. Ini merupakan kolaborasi antara Akademisi, Bisnis, Community, dan Goverment,’’ tuturnya.

Ia menjelaskan syarat calon debitur dalam pilot project itu, mereka yang berusia minimal 21 tahun, penghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi atau senilai Rp 2,5 juta, serta belum memiliki rumah dan tanah. Pihaknya menyiapkan lahan seluas satu hektar dan terbagi dalam 63 kapling, dengan luasan masing-masing 84 meter persegi dan didirikan bangunan maksimal seluas 36 meter persegi.

‘’Calon konsumen bisa mendapat pinjaman dana sebesar Rp 38 juta dengan skema bundling KPR BTN Mikro dengan BSPS pada program ABCG ini. Untuk mencairkannya, cukup menyediakan uang muka lima persen atau sebesar Rp 1, 9 juta, cicilannya relatif ringan yaitu sekitar Rp 571 ribu per bulan selama 10 tahun,’’ kata dia.

Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum menambahkan, mereka yang mau membantu sesamanya akan mendapat balasan dari Allah SWT. Apalagi ini membantu membangunkan hunian dan jumlahnya banyak. ‘’Jika pemilik rumah merasa nyaman, pahala yang diterima dari Allah Swt akan terus mengalir,’’ kata dia.

Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan berbagai pihak yang menjadikan Kabupaten Kendal sebagai proyek percontohan hunian murah. Proyek itu bisa menjadi pembelajaran untuk daerah yang lain agar bisa menyediakan hunian murah bagi MBR. ‘’Kondisi hunian yang layak bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat,’’ harap Mirna.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X