Ilmuwan Dituntut Menulis Jurnal Internasional

- Senin, 3 September 2018 | 20:30 WIB
Plh Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, A Hasan Asy’ari Ulamai, menyerahkan cendera mata kepada Prof Al Makin MA PhD, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta usai menyampaikan Stadium General Program Pascasarjana bertema Globalisasi Ilmu Pengetahuan Melakui Internasionalisasi Journal. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
Plh Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, A Hasan Asy’ari Ulamai, menyerahkan cendera mata kepada Prof Al Makin MA PhD, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta usai menyampaikan Stadium General Program Pascasarjana bertema Globalisasi Ilmu Pengetahuan Melakui Internasionalisasi Journal. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Guru Besar Universitas Islam Negeri Yogyakarta Prof Al Makin MA PhD mengakui untuk menulis ilmiah di jurnal internsional dibutuhkan keahlian bidang bahasa dan sistimatika penulisan yang baik. ‘’Hampir merata keluhan mahasiswa pascasarjana S2 dan S3 kesulitan menembus jurnal internasional. Tetapi ini tuntutan akademik, jadi mau tidak mau dituntut menulis di jurnal internasional,’’ katanya, saat menyampaikan Stadium General Pascasarjana Universitas Islam (UIN) Walisongo Semarang, Senin (3/9).

Dia menyampaikan kuliah umum dengan tema Globalisasi Ilmu Pengetahuan Melakui Internasionalisasi Journal. Kelemahan para ilmuan lainnya, kata Al Makin, referensi buku-bukunya kurang optudate. ‘’Cari buku-buku terbaru. Untuk tahun 2018 paling lama buku terbitan 2012,’’ katanya.

‘’Jangan gunakan lagi bahan bacaan atau referensi yang terlalu tua. Nanti hasil akhir dari penelitiannya jadi kurang optudate,’’ tegasnya.

Tuntutan dunia global mengharuskan para ilmuan melakukan pengayaan materi penelitian. Sehingga hasil tulisan ilmiah tidak hanya dinikmati orang Indonesia tetapi juga dibaca bangsa lain di semua negara.

Plh Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, A Hasan Asy’ari Ulamai menjelaskan, tahun ini pihaknya menerima 104 mahasiswa baru program pascasarjana. Mereka terdiri 20 program S3 beasiswa jurusan studi Islam dan 12 program S3 mandiri. Selebihnya S2 Program Studi Ilmu Agama Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ilmu Falak, Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Ilmu Alquran dan Tafsir serta Ekonomi Syariah.

Segera Lulus

Wakil Rektor I UIN Walisongo Dr Musahadi MAg mengingatkan para mahasiswa pascasarjana baik S2 maupun S3 mematuhi rambu rambu lulus tepat waktu. ‘’Belajar di program pascasarjana sekarang tidak seperti dulu jadi mahasiswa abadi selamanya tidak lulus-lulus. Sekarang dibatasi waktu untuk segera lulus menjadi magister atau doctor,’’ katanya.

Selain lulus tepat waktu kata Musahadi, dalam penulisan karya ilmiah supaya menghindarkan jauh-jauh plagiarism. ‘’Buat tulisan yang original. Kalau mengambil referensi tulisan orang lain disebutkan secara jelas sumbernya,’’ katanya.

Tuntutan yang lain yaitu berpikiranm gobal dan mengembangkan budaya akademik global. ‘’Tuntutan ini yang sangat dibutuhkan masyarakat sekarang,’’ katanya

Hasan Asy’ari Ulami mengakui, hampir sebagian besar mahasiswa S2 maupun S3 adalah sudah berprofesi di berbagai bidang keahliannya. Karena itu dia menilai mereka yang sudah sibuk bekerja tapi masih menyempatkan menuntut ilmu sebagai prestasi yang luar biasa. ‘’Terus belajar, semangat, cepat lulus,’’ tandasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Pemkab Grobogan Bakal Perketat Pengawasan Orang Asing

Jumat, 24 September 2021 | 20:29 WIB
X